Kasus dr Myta Jadi Perhatian Nasional, Kemenkes Mulai Investigasi di RSUD Tanjabbar

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal di Kabupaten Tanjung Jbaung Barat (Tanjabbar), Jambi. Kemenkes ke rumah sakit daerah terkait meninggalnya dokter internship bernama Myta Aprilia Azmi.

RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal di Kabupaten Tanjung Jbaung Barat (Tanjabbar), Jambi. Kemenkes ke rumah sakit daerah terkait meninggalnya dokter internship bernama Myta Aprilia Azmi.

Kuala Tungkal, Jentik.id Tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tiba di RSUD KH Daud Arif, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, pada Senin (4/5/2026) pagi. Tim ini langsung turun untuk menginvestigasi kasus meninggalnya dr Myta Aprilia Azmy, dokter internship di rumah sakit tersebut.

Tim Kemenkes menjadwalkan pertemuan dengan manajemen RSUD sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka mengumpulkan data sekaligus meminta klarifikasi langsung dari pihak rumah sakit.

Direktur RSUD KH Daud Arif, Sahala Simatupang, membenarkan agenda tersebut. Ia menyebut pihak rumah sakit siap menerima kedatangan tim Kemenkes sesuai jadwal.

Baca Juga :  Tak Penuhi Syarat Kesehatan, Beberapa Jemaah Haji Jambi Batal Terbang ke Makkah

“Jam 9 pertemuannya,” ujarnya singkat.

Namun, ia belum membeberkan detail materi yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Sahala meminta publik menunggu penjelasan resmi dari Kemenkes.

“Nanti saja, biar tim Kemenkes yang menyampaikan hasilnya,” katanya.

Sebelumnya, dunia medis berduka atas meninggalnya dr Myta Aprilia Azmy pada Jumat (1/5/2026). Ia meninggal di ruang ICU RS Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang setelah menjalani perawatan dalam kondisi kritis.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa tim medis sempat merawat dr Myta secara intensif sebelum merujuknya ke Palembang karena kondisinya memburuk.

Baca Juga :  Sindikat e-Tilang Palsu Beraksi Sejak 2025, Polri Ringkus Lima Tersangka

Ia menjalani program internship di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal. Selama bertugas, ia tetap menjalankan aktivitas meski kesehatannya menurun.

Sejumlah pihak menyoroti dugaan tekanan kerja dan kelelahan. Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi yang memastikan penyebab pasti kondisinya.

Kemenkes terus mengumpulkan data dan mendalami kasus ini untuk mengungkap faktor yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. (nr*)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Damkar Sungai Penuh Tiga Modus SPJ Fiktif, Mark-Up Hingga Pencairan Tanpa Verifikasi
Aipda Aviv Muharman Dipecat dari Polres Bungo, Kapolres Beri Peringatan Keras ke Anggota
Kerugian Dugaan Korupsi Damkar Sungai Penuh Capai Rp1,3 Miliar
Terseret Kasus Suap Importasi, Kepala Bea Cukai Kediri Gatot Heroe Akhirnya Ditahan KPK
4,9 Ton Mineral Diduga Bahan Baku Nuklir Disamarkan sebagai Sisa Konstruksi
Kejari Sungai Penuh Tetapkan Dua Tersangka Dugaan Korupsi Damkar
12 Pelaku Karhutla Sumsel Masuk Jerat Hukum, Ancaman 10 Tahun Penjara Menanti
Rp36 Miliar Uang Palsu Disita! Polda Metro Bongkar Pabrik di Tangsel
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 11:45 WIB

Dugaan Korupsi Damkar Sungai Penuh Tiga Modus SPJ Fiktif, Mark-Up Hingga Pencairan Tanpa Verifikasi

Selasa, 1 September 2026 - 08:51 WIB

Aipda Aviv Muharman Dipecat dari Polres Bungo, Kapolres Beri Peringatan Keras ke Anggota

Kamis, 27 Agustus 2026 - 02:28 WIB

Kerugian Dugaan Korupsi Damkar Sungai Penuh Capai Rp1,3 Miliar

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:44 WIB

Terseret Kasus Suap Importasi, Kepala Bea Cukai Kediri Gatot Heroe Akhirnya Ditahan KPK

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:38 WIB

4,9 Ton Mineral Diduga Bahan Baku Nuklir Disamarkan sebagai Sisa Konstruksi

Berita Terbaru

Ilustrasi – Belasan Desa di Kerinci Belum Cairkan Dana Desa. (Foto: AI)

Daerah

11 Desa di Kerinci Belum Cairkan Dana Desa Tahap II 2026

Jumat, 4 Sep 2026 - 17:23 WIB