Bandung, jentik.id— Pesatnya pembenahan infrastruktur jalan di Provinsi Jawa Barat serta pengembangan objek wisata berdampak langsung terhadap pertumbuhan sektor pariwisata. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan lokal ke Kabupaten Bandung selama periode libur Lebaran 2026.
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Bandung mencatat perputaran uang dari sektor pariwisata mencapai sekitar Rp31,6 miliar.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bandung, Wawan A. Ridwan, menjelaskan bahwa angka tersebut bersumber dari total kunjungan sebanyak 146.564 wisatawan lokal, dengan rata-rata pengeluaran sekitar Rp215 ribu per orang.
“Perputaran uang bila dikalkulasi mencapai Rp31,65 miliar. Ini dihitung dari rata-rata belanja wisatawan sekitar Rp215 ribu per orang,” ujarnya.
Ia menambahkan, angka tersebut merupakan estimasi belanja langsung wisatawan untuk konsumsi, oleh-oleh, serta kebutuhan lainnya di lokasi objek wisata.
Perhitungan itu belum mencakup biaya penginapan dan tiket masuk, sehingga potensi perputaran ekonomi sebenarnya dinilai lebih besar.
Selain itu, tingkat hunian akomodasi di kawasan wisata juga mengalami peningkatan signifikan, yakni antara 30 hingga 40 persen selama masa libur Lebaran. Peningkatan ini terjadi pada berbagai jenis akomodasi, mulai dari hotel, glamping, hingga resort yang tersebar di 15 titik wisata.
Meski demikian, rata-rata lama tinggal wisatawan di Kabupaten Bandung masih tergolong rendah, yakni sekitar 1,5 hari. Angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata lama tinggal wisatawan di Kota Bandung yang mencapai 2 hingga 3 hari.
Kendati demikian, pemerintah daerah menilai capaian tersebut menunjukkan besarnya kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian lokal. Kedepannya pengembangan industri pariwisata akan difokuskan pada peningkatan kualitas destinasi serta promosi, guna mendorong wisatawan agar tinggal lebih lama, seiring dengan pembenahan objek wisata yang berkelanjutan. (am)









