Jawa Barat, jentik.id-Duka menyelimuti keluarga Tb Suharyana (57) dan Sri Vebrianti (45), pemudik motor yang tewas terseret luapan drainase di Jalan Raya Puncak, Cipanas, Kampung Ciguntur, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (29/3).
Peristiwa itu meninggalkan seorang anak tunggal berusia 17 tahun yang kini menjadi yatim piatu. Keponakan korban, Hafizh, menyebut keluarga sangat membutuhkan perhatian pemerintah, terutama untuk menjamin pendidikan anak tersebut.
“Sejak kejadian, belum ada pihak pemerintah yang datang atau memberi perhatian. Anak korban kini butuh biaya untuk melanjutkan hidup,” ujarnya, Rabu (1/4).
Keluarga juga mendesak pemerintah segera mengevaluasi dan memperbaiki sistem drainase di jalur tersebut. Mereka menilai insiden ini bisa dicegah jika pihak terkait rutin melakukan pengawasan dan perawatan.
Selain itu, keluarga meminta penjelasan terbuka dari pemerintah daerah maupun provinsi terkait penyebab kejadian serta langkah pencegahan ke depan. Mereka juga berencana menemui Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk menyampaikan langsung aspirasi tersebut.
Saat kejadian, korban tengah melakukan perjalanan arus balik dari wilayah Bogor menuju Sumedang. (nr*)








