Perang Iran Picu Ancaman Serius, Bos Migas Dunia Ingatkan Krisis Energi Global

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 30 Maret 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kapal tanker. Para CEO perusahaan minyak dan gas terbesar dunia memperingatkan dampak perang Iran terhadap pasokan energi global jauh lebih besar dari yang tercermin di pasar saat ini.()

Ilustrasi kapal tanker. Para CEO perusahaan minyak dan gas terbesar dunia memperingatkan dampak perang Iran terhadap pasokan energi global jauh lebih besar dari yang tercermin di pasar saat ini.()

Iran, jentik.id-Para CEO perusahaan minyak dan gas dunia memperingatkan potensi krisis energi global akibat konflik Iran. Mereka menilai gangguan pasokan jauh lebih besar dari yang terlihat di pasar saat ini.

Para eksekutif menyampaikan peringatan tersebut dalam konferensi energi CERAWeek di Houston, Amerika Serikat. Mereka menilai pasar belum sepenuhnya mencerminkan dampak terganggunya pasokan minyak dan gas.

CEO ConocoPhillips, Ryan Lance, menegaskan dunia tidak bisa kehilangan jutaan barel minyak per hari dan sebagian besar pasokan LNG tanpa dampak besar bagi ekonomi global.

CEO Kuwait Petroleum Corporation, Sheikh Nawaf Al-Sabah, menyebut Iran memicu gangguan besar dengan menutup Selat Hormuz, rute utama ekspor energi dari kawasan Teluk.

Baca Juga :  Konflik Iran Picu Kelangkaan BBM, Ratusan SPBU di Australia Lumpuh

Analis energi menyebut situasi ini sebagai guncangan terbesar sejak krisis minyak 1973. Penutupan jalur tersebut memperburuk rantai pasok global dan meningkatkan risiko ekonomi dunia.

Perusahaan energi meningkatkan kewaspadaan. ConocoPhillips meminta perlindungan militer untuk asetnya di Qatar setelah serangan drone menghantam fasilitas energi. Sejumlah perusahaan juga mengevakuasi staf non-esensial.

Harga minyak melonjak tajam. Minyak mentah AS mendekati 100 dollar AS per barel, sementara Brent menembus 112 dollar AS per barel.

CEO Shell menilai masalah utama bukan hanya harga, tetapi ketersediaan pasokan energi bagi konsumen.

Baca Juga :  Babak Baru Timur Tengah! Trump Klaim AS dan Iran Segera Teken Kesepakatan Damai"

Pasokan bahan bakar mulai terdampak, terutama bahan bakar jet, diesel, dan bensin. Sejumlah negara mulai membatasi distribusi energi.

Permintaan energi di Asia meningkat, sementara kapasitas produksi LNG sudah maksimal. Distribusi dari Amerika Serikat ke Asia juga membutuhkan waktu lama.

CEO TotalEnergies, Patrick Pouyanné, menyebut harga bahan bakar melonjak signifikan.

Sejumlah negara mengambil langkah darurat. China menghentikan ekspor produk minyak, sementara Thailand membatasi distribusi bensin.

Pakar geopolitik menilai konflik berpotensi meluas. Analis memperingatkan dampak ekonomi global akan semakin berat jika konflik berlanjut. (nr*)

Berita Terkait

China Peringatkan AS dan Iran, Keamanan Selat Hormuz Tak Boleh Terganggu
Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Tembus USD 79 per Barel
Kelab Malam di Bangkok Dilalap Api, 27 Tewas dan 22 Korban Berjuang di Ruang Intensif
Perang AS-Iran Memanas Lagi! Iran Tutup Selat Hormuz dan Gempur Basis Militer AS
Kamboja Gerebek Scam Center, 1.100 WNI Ditahan dan 12 Ribu Lebih Ajukan Pemulangan
Kabar Baik! Pemerintah Singapura Cairkan BLT hingga Rp11,8 Juta per Orang
Kapal Tanker LNG Terbakar di Selat Hormuz, Rudal Picu Ketegangan Baru di Timur Tengah
Atlet Kickboxing Asal Jambi Bharada Billy Van Aziz Boston Raih Medali Perak di ISKA Indonesia Open Tournament 2026
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:29 WIB

China Peringatkan AS dan Iran, Keamanan Selat Hormuz Tak Boleh Terganggu

Senin, 13 Juli 2026 - 16:56 WIB

Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Tembus USD 79 per Barel

Senin, 13 Juli 2026 - 12:07 WIB

Kelab Malam di Bangkok Dilalap Api, 27 Tewas dan 22 Korban Berjuang di Ruang Intensif

Senin, 13 Juli 2026 - 08:55 WIB

Perang AS-Iran Memanas Lagi! Iran Tutup Selat Hormuz dan Gempur Basis Militer AS

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:56 WIB

Kamboja Gerebek Scam Center, 1.100 WNI Ditahan dan 12 Ribu Lebih Ajukan Pemulangan

Berita Terbaru