Ratusan Warga Desa Semerah Desak Bupati Monadi Copot Oknum Kades, Ancam Laporkan Dugaan Penyalahgunaan ADD ke Kejari

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Semerah demo desa bupati copot kades.

Warga Desa Semerah demo desa bupati copot kades.

Kerinci, jentik.id –Ratusan warga Desa Semerah, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Kerinci, Bukit Tengah Siulak, Kamis (31/5). Massa mendesak Bupati Kerinci, Monadi, segera mencopot Kepala Desa Semerah, Jalpahri, karena warga menilai pengelolaan Anggaran Dana Desa (ADD) tidak transparan.

Aksi itu menjadi puncak kekecewaan masyarakat terhadap kepemimpinan kepala desa. Tokoh masyarakat, tokoh adat, kaum perempuan, pemuda, hingga unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD) ikut turun ke jalan menyampaikan tuntutan.

Warga membawa berbagai spanduk dan menyerukan mosi tidak percaya terhadap kepala desa. Mereka juga meminta pemerintah daerah segera mengambil tindakan tegas.

Sejak pukul 09.00 WIB, massa mulai memadati halaman Kantor Bupati Kerinci yang biasanya tenang. Dalam orasinya, koordinator aksi menegaskan masyarakat sudah terlalu lama bersabar menghadapi berbagai kebijakan kepala desa yang dianggap sepihak, terutama terkait penggunaan ADD.

Warga menilai pemerintah desa menyusun perencanaan pembangunan tanpa melibatkan BPD maupun unsur masyarakat. Kondisi itu memicu dugaan penyimpangan penggunaan dana desa.

Baca Juga :  Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup Kerinci 2026 Digelar Juni  Matangkan Persiapan.

“Kami datang ke sini bukan untuk merusak, tetapi untuk menyelamatkan Desa Semerah. Selama ini tidak ada transparansi anggaran sehingga pembangunan mandek dan aspirasi masyarakat selalu diabaikan,” ujar orator aksi.

“Kami meminta Bupati Kerinci dan dinas terkait segera memberhentikan Kepala Desa Semerah,” lanjutnya yang langsung disambut sorakan massa.

Selain menyoroti persoalan transparansi anggaran, warga juga menilai gaya kepemimpinan kepala desa arogan dan memicu keretakan sosial di tengah masyarakat.

Massa bahkan menyebut kepala desa jarang hadir dalam kegiatan pemerintahan maupun aktivitas sosial keagamaan di desa.

“Selama ini kepala desa tidak pernah lagi aktif di tengah masyarakat, baik dalam kegiatan desa maupun kegiatan keagamaan,” kata salah seorang peserta aksi.

Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui camat segera menonaktifkan dan memberhentikan Kepala Desa Semerah secara permanen.

Mereka juga meminta Inspektorat Kabupaten Kerinci membuka hasil audit penggunaan anggaran desa tahun 2023 serta menjelaskan penggunaan ADD pada tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Museum Kerinci Resmi Terdaftar Nasional, Perkuat Pelestarian Budaya

Dalam tuntutannya, masyarakat bersama Ketua BPD dan anggota menyatakan tidak akan menandatangani APBDes 2024 hingga 2026 sebelum kepala desa mempertanggungjawabkan penggunaan ADD tahun 2023 dan tahun sebelumnya.

Aparat gabungan kepolisian dan Satpol PP mengawal jalannya aksi untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Sebelum membubarkan diri menjelang salat zuhur, warga mengultimatum pemerintah daerah agar segera mengambil keputusan dalam waktu satu pekan. Jika pemerintah tidak mengambil langkah konkret, massa mengancam kembali menggelar aksi dengan jumlah peserta lebih besar.

Warga juga berencana melaporkan dugaan penyalahgunaan ADD tersebut ke Kejaksaan Negeri Sungai Penuh agar aparat penegak hukum memproses penggunaan dana desa tahun 2023 dan sebelumnya.

Meski aksi berlangsung tertib, warga tetap mengaku kecewa karena Pemerintah Kabupaten Kerinci belum memberikan respons tegas terhadap tuntutan masyarakat Desa Semerah. (asy*)

Berita Terkait

Cetak Generasi Qur’ani, Bupati Monadi Buka Seleksi Beasiswa Kerinci Cerdas 2026
Museum Kerinci Resmi Terdaftar Nasional, Perkuat Pelestarian Budaya
Tujuh Kandidat Direksi Perumda Tirta Sakti Kerinci, Empat Tersingkir, Tiga Lolos ke Tahap Akhir
Sudah Lama Mengabdi, PPPK Paruh Waktu Kerinci Kini Menanti Kepastian Kontrak
Warga Lubuk Suli Kecewa Dengan Pemda Dan Anggota Dewan Pemilihan Davil 3 Jalan Ditanami Pohon Pisang
Empat Tahun Tak Diperbaiki, Pemuda Lubuk Suli Tanam Pisang di Tengah Jalan
Kerinci Juara GSI Jambi 2026, Borong Gelar Individu
Ny. Hanny Hernawan Resmi Jabat Ketua Bhayangkari Cabang Polres Kerinci, Gantikan Ny. Esse Ramadhanil
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Cetak Generasi Qur’ani, Bupati Monadi Buka Seleksi Beasiswa Kerinci Cerdas 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:21 WIB

Museum Kerinci Resmi Terdaftar Nasional, Perkuat Pelestarian Budaya

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Tujuh Kandidat Direksi Perumda Tirta Sakti Kerinci, Empat Tersingkir, Tiga Lolos ke Tahap Akhir

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:03 WIB

Sudah Lama Mengabdi, PPPK Paruh Waktu Kerinci Kini Menanti Kepastian Kontrak

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:39 WIB

Warga Lubuk Suli Kecewa Dengan Pemda Dan Anggota Dewan Pemilihan Davil 3 Jalan Ditanami Pohon Pisang

Berita Terbaru