KERINCI, jentik.id — Persoalan pengelolaan sampah kembali menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Kerinci. Hingga kini, Kabupaten Kerinci belum memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang memadai untuk menampung sampah rumah tangga, pasar, dan fasilitas umum.
Kondisi itu memicu pertanyaan warga terkait lokasi akhir pembuangan sampah yang setiap hari diangkut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kerinci.
Warga mulai khawatir karena pemerintah belum membuka informasi secara jelas terkait sistem pengelolaan sampah.
Salah seorang warga Kerinci, Arga, meminta pemerintah daerah menjelaskan mekanisme pengelolaan sampah kepada masyarakat. Menurutnya, warga berhak mengetahui lokasi akhir pembuangan sampah setelah petugas mengangkut sampah dari permukiman.
“Pemerintah perlu terbuka soal lokasi pembuangan sampah demi menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Yuli. Ia masih melihat tumpukan sampah di beberapa titik penampungan sementara hingga menimbulkan bau tidak sedap.
Menurutnya, pemerintah harus segera mencari solusi agar sampah tidak terus menumpuk.
“Kalau memang belum punya TPA yang layak, pemerintah harus cepat mengambil langkah,” katanya.
Persoalan sampah juga ramai di media sosial. Banyak warga mempertanyakan kesiapan pemerintah daerah dalam menangani peningkatan volume sampah setiap tahun.
Sebagian warga meminta DLH Kabupaten Kerinci membuka informasi terkait lokasi pembuangan sementara dan rencana pembangunan TPA baru. Mereka menilai keterbukaan informasi penting agar tidak muncul dugaan pembuangan sampah sembarangan yang merusak lingkungan.
“Masalah sampah menyangkut kebersihan daerah dan kesehatan masyarakat. Pemerintah harus serius menangani persoalan ini,” tulis salah seorang warga di media sosial.
Di sejumlah daerah lain, pemerintah mulai menerapkan pengelolaan sampah terpadu melalui pemilahan sampah rumah tangga, bank sampah, dan sistem daur ulang untuk mengurangi ketergantungan pada TPA konvensional.
Hingga berita ini ditulis, DLH Kabupaten Kerinci belum menjelaskan secara resmi lokasi akhir pembuangan sampah maupun rencana pembangunan TPA baru.
Warga berharap pemerintah segera memberi kepastian agar persoalan sampah tidak terus memicu keresahan masyarakat. (nr*)









