ICP Melonjak ke USD 117 per Barel, Bahlil Jamin Harga BBM Subsidi Tetap Aman

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan saat konferensi pers terkait penemuan cadangan gas raksasa di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan saat konferensi pers terkait penemuan cadangan gas raksasa di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

JAKARTA, jentik.id — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Kepastian itu disampaikan meski harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sempat menyentuh USD 117 per barel.

Bahlil mengatakan pemerintah masih menghitung rata-rata ICP sepanjang tahun 2026. Ia menilai angka tersebut masih berada di bawah batas asumsi pemerintah.

“Insyaallah sampai akhir tahun tidak naik,” ujar Bahlil di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Ia juga menyebut Presiden Prabowo Subianto telah memberi arahan terkait penghitungan rata-rata ICP. Pemerintah menggunakan hitungan itu sebagai dasar kebijakan energi nasional.

Baca Juga :  Prabowo Uji Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla

Menurut Bahlil, harga minyak dunia terus bergerak fluktuatif akibat kondisi geopolitik global. Dalam beberapa bulan terakhir, harga minyak sempat menyentuh USD 117 per barel. Setelah itu, harga kembali turun ke kisaran USD 80 hingga USD 90 per barel.

Namun, rata-rata ICP Indonesia sejak Januari 2026 masih berada di kisaran USD 80 sampai USD 81 per barel. Karena itu, pemerintah belum mempertimbangkan kenaikan harga BBM subsidi.

Kementerian ESDM sebelumnya menetapkan ICP April 2026 sebesar USD 117,31 per barel. Nilai tersebut naik sekitar USD 15 dibandingkan Maret 2026 yang berada di level USD 102,26 per barel.

Baca Juga :  Purbaya Tegaskan Tetap Menkeu, Rupiah Sentuh Rekor Rp18.003 per Dolar AS

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan konflik geopolitik di Timur Tengah memicu kenaikan harga minyak dunia.

Menurutnya, konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap pasokan minyak dunia. Kondisi itu terutama terjadi di jalur strategis Selat Hormuz.

Selain itu, pasar minyak global juga merespons penutupan jalur pelayaran, blokade pelabuhan Iran, dan serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah. (nr*)

Berita Terkait

Harga BBM Naik Lagi! Daftar Terbaru Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo 7 September 2026
Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Menyebar ke Lima Provinsi Jawa dan Sumatera
Desil DTSEN Tiba-Tiba Berubah? Gus Ipul Ungkap Ada 12 Juta Data Baru
Desil Warga Tak Sesuai Kondisi? Komisi X Beri BPS Tenggat 2 Minggu
Purbaya Bertemu Pengusaha Rokok Ilegal, Pilihan Legal atau Diberantas
Ratusan Siswa dan Santri Diduga Keracunan MBG, Kepala SPPG Kalitengah Minta Maaf
Waspada Lowongan Kerja Fiktif! 7.908 Konten Dihapus, Patroli Siber Makin Diperkuat
Iming-iming Kerja Bergaji Tinggi, 8 WNI Diduga Terjebak hingga Masuk Tentara Rusia
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 14:22 WIB

Harga BBM Naik Lagi! Daftar Terbaru Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo 7 September 2026

Minggu, 6 September 2026 - 16:11 WIB

Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Menyebar ke Lima Provinsi Jawa dan Sumatera

Jumat, 4 September 2026 - 20:22 WIB

Desil DTSEN Tiba-Tiba Berubah? Gus Ipul Ungkap Ada 12 Juta Data Baru

Kamis, 3 September 2026 - 11:32 WIB

Desil Warga Tak Sesuai Kondisi? Komisi X Beri BPS Tenggat 2 Minggu

Kamis, 3 September 2026 - 09:48 WIB

Purbaya Bertemu Pengusaha Rokok Ilegal, Pilihan Legal atau Diberantas

Berita Terbaru

Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi. Lahirlah atlet tembak nasional

Sport

TNI AU Gelar Kompotisi Tembak Di Ikuti 800 Peserta 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:36 WIB