Prabowo Uji Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Aju, Provinsi Riau, Senin (24/8/2026). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Aju, Provinsi Riau, Senin (24/8/2026). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

JAKARTA, jentik.id – Presiden Prabowo Subianto mendorong uji coba bahan pemadam kebakaran berbasis tepung singkong untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Prabowo membahas inovasi tersebut saat memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Aju, Provinsi Riau, Senin (24/8/2026). Ia meminta pemerintah meningkatkan produksi bahan tersebut sekaligus menguji kemampuannya dalam memadamkan api.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa bahan berbasis tepung itu memiliki potensi untuk mencegah dan memadamkan api, terutama pada tahap awal kebakaran.

Menurut Listyo, bahan tersebut bekerja dengan memisahkan unsur yang mendukung proses pembakaran. Kondisi itu dapat membantu meredam api.

“Zat yang menggunakan bahan baku utama dari tepung bisa digunakan untuk mencegah apabila ada kebakaran,” ujar Listyo dalam rapat tersebut.

Listyo juga menyebut bahan itu berpotensi membantu menangani kebakaran dengan skala lebih besar. Namun, tim masih perlu menguji efektivitasnya berdasarkan jumlah bahan dan luas area yang terbakar.

Tepung Singkong Jadi Bahan Baku

Prabowo kemudian menanyakan bahan baku yang digunakan untuk membuat zat pemadam tersebut.

“Itu tepung apa itu?” tanya Prabowo.

Listyo menjelaskan bahwa bahan tersebut berasal dari ubi atau singkong.

Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis kemudian menjelaskan asal inovasi itu. Ia menyebut anggota Babinsa di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, menemukan teknologi tersebut.

Ujang mengatakan pihaknya sudah memaparkan inovasi itu saat Kapolri dan Menko Polhukam berkunjung. Namun, saat itu tim masih menghadapi keterbatasan kapasitas produksi.

Prabowo kemudian menanyakan kemampuan bahan tersebut dalam memadamkan api.

“Efektif?” tanya Prabowo.

“Efektif, Pak,” jawab Ujang.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Sungai Penuh Hadiri Rapat Paripurna Pidato Kenegaraan Presiden

Setelah mendengar penjelasan tersebut, Prabowo meminta pemerintah meningkatkan produksi dan menggelar uji coba dalam skala besar.

“Menarik sekali itu. Bahan bakunya dari ubi? Dari singkong? Coba diproduksi dalam skala besar,” kata Prabowo.

Ia ingin hasil pengujian memberikan gambaran yang jelas mengenai kemampuan tepung singkong dalam menghadapi kebakaran.

Prabowo Bayangkan Ubi Bombing dari Udara

Prabowo juga melihat peluang penggunaan tepung singkong melalui udara. Ia membayangkan helikopter dapat membawa dan menebarkan bahan tersebut ke titik api yang sulit dijangkau petugas dari darat.

Konsep itu menyerupai operasi water bombing. Bedanya, operasi tersebut biasanya menggunakan air untuk menyerang titik kebakaran dari udara.

“Berarti yang kita water bomb bukan water bomb ya, ubi bombing,” ujar Prabowo.

Presiden kemudian meminta tim menguji kemampuan tepung singkong ketika mereka menebarkannya dari udara. Tim juga perlu menghitung luas area yang mampu mereka tangani dalam satu kali penebaran.

Prabowo mengusulkan penggunaan sekitar empat ton tepung singkong untuk uji coba.

“Mungkin 4 ton ubi serbuk atau ubi apa tepung ini kita uji coba, efektif luasnya berapa,” ujarnya.

Uji coba tersebut akan membantu pemerintah melihat seberapa jauh bahan itu mampu bekerja di lapangan. Hasilnya juga dapat menjadi pertimbangan sebelum pemerintah memperluas penggunaannya untuk menangani karhutla.

Pemerintah Cari Bahan Pemadam Alternatif

Dalam rapat yang sama, Prabowo meminta BNPB mencari bahan pemadam lain yang bisa bekerja lebih efektif daripada air.

Petugas selama ini banyak mengandalkan air dalam operasi pemadaman, termasuk melalui metode water bombing. Pemerintah kini ingin mencari alternatif yang dapat membantu petugas menghadapi api secara lebih cepat dan efisien.

Baca Juga :  Prabowo Setujui Tawaran AS, Kertajati Disiapkan Jadi Pusat Perawatan Hercules Asia

Prabowo juga meminta BRIN mengecek peluang pengembangan bahan pemadam tersebut. Selain mengembangkan sendiri, pemerintah dapat mencari bahan serupa yang sudah tersedia di pasaran.

“BRIN coba cek apakah bisa produksi atau kita sourcing,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, petugas lapangan membutuhkan bahan yang praktis dan mudah mereka bawa saat menghadapi titik api.

Ia ingin tim memiliki lebih banyak pilihan ketika menghadapi kebakaran, terutama pada lokasi yang sulit mereka akses melalui jalur darat.

Uji Coba Tentukan Efektivitas Tepung Singkong

Meski mendapat perhatian dalam rapat penanganan karhutla, pemerintah masih perlu menguji teknologi tepung singkong tersebut secara menyeluruh.

Tim perlu melihat kemampuan bahan itu ketika menghadapi api dengan ukuran berbeda. Mereka juga harus mengukur daya padam, luas cakupan, metode penyebaran, serta efektivitas penggunaan dari udara.

Pengujian tersebut penting agar pemerintah tidak hanya mengandalkan klaim awal mengenai kemampuan bahan pemadam itu. Hasil uji lapangan akan menunjukkan apakah tepung singkong benar-benar mampu membantu operasi pemadaman karhutla.

Prabowo meminta seluruh pihak terus mencari dan mengembangkan berbagai inovasi untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

Jika hasil pengujian menunjukkan efektivitas yang baik, pemerintah dapat mempertimbangkan peningkatan produksi dan penggunaan bahan tersebut dalam skala lebih luas.

Inovasi ini menarik perhatian karena memanfaatkan singkong sebagai bahan baku. Namun, pemerintah tetap harus memastikan teknologi tersebut aman, efektif, dan sesuai kebutuhan operasi pemadaman sebelum menggunakannya secara luas. (nr*)

Berita Terkait

KPK Ganti Armada Tahanan, 3 Toyota Hilux Rangga Resmi Jadi Kendaraan Baru
Bahlil Beri Peringatan Keras, Desil 9-10 Diminta Tinggalkan BBM Subsidi
Guru PPPK Paruh Waktu Berpeluang Jadi Penuh Waktu pada 2027
Nindya Eltsani Pulang Kampung Usai Tugas Nasional, Sekda Jambi Beri Apresiasi
Amran Copot 14 Pejabat Kementan, Ada Kerabat Dekat dan Dugaan Uang Miliaran
Resmi Dibuka! CPNS Sekolah Kedinasan 2026 Siapkan 4.770 Formasi
Sosok Achmad Fachri, Putra Jambi yang Sukses Kibarkan Merah Putih di Istana
Nindya Eltsani, Putri Sungai Penuh yang Dipercaya Bawa Bendera Pusaka di HUT RI ke-81
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:49 WIB

Prabowo Uji Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:24 WIB

KPK Ganti Armada Tahanan, 3 Toyota Hilux Rangga Resmi Jadi Kendaraan Baru

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:10 WIB

Bahlil Beri Peringatan Keras, Desil 9-10 Diminta Tinggalkan BBM Subsidi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:50 WIB

Guru PPPK Paruh Waktu Berpeluang Jadi Penuh Waktu pada 2027

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:36 WIB

Nindya Eltsani Pulang Kampung Usai Tugas Nasional, Sekda Jambi Beri Apresiasi

Berita Terbaru