Al Haris Tinjau TPST Renah Kayu Embun, Dorong Pengelolaan Sampah Lebih Efektif di Sungai Penuh

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 9 Maret 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Gubernur turut di dampingi oleh Alfin bersama jajaran pemerintah daerah

Gubernur turut di dampingi oleh Alfin bersama jajaran pemerintah daerah

Jambi, jentik.id – Pemerintah Provinsi Jambi memberi perhatian pada pengelolaan sampah di Kota Sungai Penuh. Gubernur Jambi Al Haris meninjau langsung Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Renah Kayu Embun di Kecamatan Kumun Debai, Sabtu (7/3/2026).

Kunjungan tersebut bertujuan melihat sistem pengelolaan sampah yang dijalankan pemerintah daerah. Pemerintah provinsi juga ingin memastikan program pengurangan timbunan sampah berjalan efektif sekaligus membuka peluang pemanfaatan limbah rumah tangga.

Dalam kunjungan itu, Gubernur Al Haris datang bersama Wali Kota Sungai Penuh Alfin dan jajaran pemerintah daerah. Mereka meninjau proses pengolahan sampah mulai dari tahap pemilahan hingga penanganan akhir.

Wali Kota Alfin menjelaskan TPST Renah Kayu Embun menerapkan sistem pemilahan sampah organik dan anorganik. Sistem ini membantu pemerintah mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.

Baca Juga :  Musrenbang RKPD 2027 Digelar, Alfin Tegaskan Komitmen Bangun Sungai Penuh Lebih Maju

“Di TPST ini petugas lebih dulu memilah sampah. Sampah organik kami olah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik kami pisahkan untuk didaur ulang,” ujar Alfin.

Ia menegaskan sistem tersebut tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi.

“Dengan cara ini kita bisa mengurangi sampah ke TPA sekaligus memanfaatkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi,” tambahnya.

Gubernur Al Haris menilai langkah Pemerintah Kota Sungai Penuh sudah tepat. Ia mendorong pemerintah daerah memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis pemilahan dan pemanfaatan ulang.

Baca Juga :  Tradisi Leluhur Tetap Terjaga, Tiang Karamentang 30 Meter Berdiri di Rio Mendiho

“Pengelolaan sampah seperti ini harus terus kita perkuat agar mampu mengurangi timbunan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan,” kata Al Haris.

Pemerintah juga menilai keberhasilan pengelolaan sampah bergantung pada keterlibatan masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah mengajak warga mulai memilah sampah dari rumah.

“Kami berharap masyarakat ikut berperan dengan memilah dan mengelola sampah dari rumah tangga agar lingkungan Kota Sungai Penuh tetap bersih dan sehat,” ujar Alfin.

Pendekatan partisipasi masyarakat kini menjadi strategi penting dalam pengelolaan sampah. Melalui pola ini, warga tidak hanya menghasilkan sampah, tetapi juga menjadi bagian dari solusi pengelolaan lingkungan. (nr*)

Berita Terkait

Bayi G Kembali ke Pelukan Ibu, Polisi Dalami Dugaan Penjualan Anak Rp20 Juta
TNI Percepat Pembangunan 35.334 Koperasi Desa Merah Putih, Target Rampung Agustus 2026
Polda Jambi Periksa 13 Saksi untuk Ungkap Kematian Brigadir Eko Winarno Saputra
Wako Alfin Perjuangkan Kepastian Batas Kawasan Hutan, Bukit Khayangan Jadi Prioritas
Kesal Hanya Diberi Rp5 Ribu, Karyawan di Jambi Nekat Bawa Kabur Motor Bos
Nagari Ramai-ramai Tolak Tol Sicincin-Bukittinggi
Lansia di Talang Bakung Dibekap dan Dirampok, Polisi Berhasil Ringkus Sejoli Pelaku
Fortuner Diduga Hilang Kendali, IRT Tewas Usai Motor yang Dikendarainya Ditabrak di Telanaipura
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:47 WIB

Bayi G Kembali ke Pelukan Ibu, Polisi Dalami Dugaan Penjualan Anak Rp20 Juta

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:59 WIB

TNI Percepat Pembangunan 35.334 Koperasi Desa Merah Putih, Target Rampung Agustus 2026

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:29 WIB

Polda Jambi Periksa 13 Saksi untuk Ungkap Kematian Brigadir Eko Winarno Saputra

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:02 WIB

Wako Alfin Perjuangkan Kepastian Batas Kawasan Hutan, Bukit Khayangan Jadi Prioritas

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:21 WIB

Kesal Hanya Diberi Rp5 Ribu, Karyawan di Jambi Nekat Bawa Kabur Motor Bos

Berita Terbaru