Makkah, jentik.id – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah tidak menyurutkan langkah umat Islam dari Amerika Serikat dan negara-negara Eropa untuk menunaikan ibadah haji di Kota Suci Makkah.
Ribuan jemaah tetap berbondong-bondong datang ke Arab Saudi meski situasi kawasan masih dibayangi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Peringatan perjalanan yang dikeluarkan pemerintah Amerika Serikat terkait keamanan di Timur Tengah tidak menjadi penghalang bagi calon jemaah untuk menjalankan rukun Islam kelima tersebut.
“Mereka tetap meyakini ibadah haji harus dilaksanakan dengan penuh keyakinan dan keteguhan hati.
Salah seorang jemaah asal Amerika Serikat, Fadel, mengaku tidak pernah ragu berangkat ke Tanah Suci tahun ini meski konflik militer masih berlangsung di kawasan tersebut.
“Bahkan jika perang masih berlangsung, saya tidak akan mundur,” ujar Fadel seperti dilansir AFP, Minggu (24/5/2026).
Menurutnya, Kota Suci Makkah merupakan tempat paling aman bagi umat Islam. Ia meyakini perlindungan dan keamanan di Tanah Suci telah dijamin sebagaimana disebutkan dalam ajaran Al-Qur’an.
“Kita tidak diragukan lagi berada di tempat teraman di dunia,” katanya.
Ibadah haji tahun 2026 tetap diikuti jutaan umat Muslim dari berbagai negara. Situasi konflik yang dipicu ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memang sempat meningkatkan kekhawatiran dunia internasional, terutama setelah Iran melancarkan serangan balasan terhadap fasilitas milik AS di kawasan Arab Saudi dan negara-negara sekitarnya.
Meski demikian, kondisi kawasan dilaporkan mulai berangsur mereda setelah upaya gencatan senjata dilakukan, walaupun situasi keamanan masih dinilai berada dalam kondisi sensitif.
Pemerintah Arab Saudi sendiri terus memperketat pengamanan serta memastikan seluruh rangkaian pelaksanaan ibadah haji berjalan aman dan lancar bagi seluruh jemaah dari berbagai penjuru dunia.(asy*)









