GAZA, jentik.id – Serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 10 warga Palestina di Gaza Tengah, Senin (6/4/2026). Serangan ini terjadi di dekat sekolah yang menampung para pengungsi.
Petugas kesehatan dan warga setempat melaporkan puluhan orang mengalami luka-luka. Enam korban berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Martir Al-Aqsa.
Saksi mata menyebut drone Israel menembakkan dua rudal saat bentrokan berlangsung. Serangan tersebut langsung menimbulkan korban jiwa di lokasi.
Seorang warga, Ahmed al-Maghazi, menggambarkan situasi mencekam. Ia mengatakan warga mencoba mempertahankan tempat tinggal, namun serangan tetap mengarah ke mereka.
Di sisi lain, milisi pro-Israel mengklaim telah menewaskan lima anggota Hamas. Namun, Al Jazeera belum bisa memverifikasi klaim tersebut. Hingga kini, Hamas belum memberikan pernyataan resmi.
Militer Israel sebelumnya menetapkan kamp pengungsi Maghazi sebagai zona aman. Namun, serangan tetap terjadi di kawasan tersebut.
Menurut UNRWA, sekitar 30 ribu orang awalnya menghuni kamp itu. Seiring konflik berlangsung, jumlah pengungsi meningkat tajam.
Meski gencatan senjata tercapai sejak Oktober lalu, serangan di Jalur Gaza terus berlanjut. Kondisi ini menunjukkan situasi keamanan belum stabil dan warga sipil masih menghadapi risiko tinggi.
Sebelumnya, tentara Israel juga menembaki kendaraan staf World Health Organization hingga menewaskan satu orang.
Serangan terbaru ini kembali menunjukkan bahwa konflik di Gaza belum mereda, dengan korban sipil yang terus bertambah. (nr*)









