Krisis Iran Memicu Konsolidasi, Arab Saudi Undang Menlu Negara Muslim

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 19 Maret 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para menteri luar negeri Arab menghadiri pertemuan darurat untuk membahas konflik Israel-Palestina, di Liga Arab, di Kairo, Mesir, Rabu (11/10/2023).  Foto: Amr Abdallah Dalsh/REUTERS

Para menteri luar negeri Arab menghadiri pertemuan darurat untuk membahas konflik Israel-Palestina, di Liga Arab, di Kairo, Mesir, Rabu (11/10/2023). Foto: Amr Abdallah Dalsh/REUTERS

Jakarta, jentik.id-Pemerintah Arab Saudi menggelar pertemuan para menteri luar negeri negara Arab dan Islam di Riyadh pada Rabu (18/3). Forum ini membahas langkah menjaga stabilitas kawasan di tengah konflik yang melibatkan Iran.

Sumber diplomatik Turki menyatakan sejumlah negara akan mengirim perwakilan, antara lain Azerbaijan, Bahrain, Mesir, Yordania, Kuwait, Pakistan, Qatar, Suriah, Turki, dan Uni Emirat Arab. Negara-negara tersebut mengikuti forum sebagai respons atas konflik yang terus meluas di Timur Tengah.

Baca Juga :  Pemerintah Pastikan Keselamatan WNI Di Saudi Pascaserangan Houthi

Hampir tiga pekan sejak konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, situasi belum menunjukkan tanda mereda. Ketegangan yang meningkat mulai mengganggu stabilitas pasokan energi global.

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan berencana mendorong penyelesaian damai melalui jalur negosiasi. Ia menilai dialog menjadi langkah penting untuk menghentikan konflik.

Baca Juga :  Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Tembus USD 79 per Barel

Setelah menghadiri pertemuan di Riyadh, Fidan akan melanjutkan kunjungan diplomatik ke sejumlah negara lain.

Sebelumnya, Turki berupaya menjadi mediator antara Iran dan Amerika Serikat sebelum konflik pecah. Namun, Ankara juga mengkritik kedua pihak. Pemerintah Turki menilai serangan AS dan Israel ke Iran melanggar hukum internasional, sedangkan serangan balasan Iran ke negara-negara Teluk dianggap tidak dapat diterima. (nr*)

Berita Terkait

Dua Penembakan Guncang Afrika Selatan, 27 Orang Tewas
AI Keliru Beri Intelijen, AS Nyaris Intersepsi Kapal China
Kabut Asap Makin Meluas, NASA Ungkap Citra Karhutla Indonesia-Malaysia
Banjir Bandang Nepal dan Tibet Tewaskan 1.130 Orang, Hampir 4.500 Masih Hilang
Banjir Bandang Nepal-China Tewaskan Ratusan Orang, Lebih dari 1.400 Hilang
Keributan Final Piala Dunia Berujung Sanksi! Argentina Dijatuhi Skorsing 21 Laga
Waspada! Apple Deteksi Ancaman Spyware, Pengguna di 110 Negara Dapat Peringatan
Lama Menghilang, Mojtaba Khamenei Segera Muncul di Publik Iran
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 21:41 WIB

Dua Penembakan Guncang Afrika Selatan, 27 Orang Tewas

Senin, 21 September 2026 - 15:21 WIB

AI Keliru Beri Intelijen, AS Nyaris Intersepsi Kapal China

Jumat, 4 September 2026 - 17:45 WIB

Kabut Asap Makin Meluas, NASA Ungkap Citra Karhutla Indonesia-Malaysia

Rabu, 2 September 2026 - 15:01 WIB

Banjir Bandang Nepal dan Tibet Tewaskan 1.130 Orang, Hampir 4.500 Masih Hilang

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:33 WIB

Banjir Bandang Nepal-China Tewaskan Ratusan Orang, Lebih dari 1.400 Hilang

Berita Terbaru