400 Dosis Vaksin Jembrana Mengendap, Peternak Batang Hari Diminta Segera Bergerak

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 13 April 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plh Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Batang Hari, Afrizal di Muara Bulian, Senin (13/4/2026). (ANTARA/Riski Apriyani).

Plh Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Batang Hari, Afrizal di Muara Bulian, Senin (13/4/2026). (ANTARA/Riski Apriyani).

MUARA BULIAN, jentik.id – Pemerintah Kabupaten Batang Hari menerima 400 dosis vaksin Jembrana untuk mencegah penyakit ternak, terutama pada sapi Bali.

Plh Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Batang Hari, Afrizal, menyampaikan bahwa petugas baru menyalurkan 27 dosis kepada peternak. Saat ini, dinas masih menyimpan 373 dosis di gudang.

Afrizal menegaskan vaksin Jembrana berperan penting dalam mencegah penyakit berbahaya yang menyerang sapi Bali. Ia menekankan penggunaan vaksin ini khusus untuk jenis ternak tersebut.

Baca Juga :  Edarkan Sabu hingga ke Remaja, Dua Pria di Batang Hari Diciduk Polisi

Namun, peternak belum memanfaatkan layanan ini secara optimal. Banyak peternak belum mengajukan permohonan vaksinasi. Selain itu, kebiasaan melepas ternak tanpa kandang membuat tim kesulitan menjangkau hewan.

Pemerintah daerah menyediakan vaksin ini secara gratis. Afrizal meminta peternak segera mengajukan permohonan agar ternak mereka terlindungi dari penyakit Jembrana.

Baca Juga :  Atlet Sepatu Roda Jambi Borong Gelar Juara di Ajang Internasional PEKOPI 2026

Ia juga mengingatkan bahwa penyakit Jembrana dapat memicu kematian pada sapi Bali. Penyakit ini menimbulkan gejala seperti demam tinggi, pembengkakan kelenjar, dan pendarahan, serta berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi peternak.

Dinas Peternakan dan Perikanan Batang Hari menegaskan kesiapan tim untuk turun ke lapangan kapan saja. Pemerintah daerah memastikan stok vaksin masih cukup dan siap digunakan. (nr*)

Berita Terkait

Terbongkar! 32 Kasus Tambang Emas Ilegal di Jambi, 71 Tersangka dan 3,5 Kg Emas Disita
Penggerebekan Narkoba di Muaro Jambi, 20 Orang Diciduk, Seorang di Antaranya Lansia
Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Bandara Sultan Thaha Jambi Buka Operasional hingga Tengah Malam
Karhutla Picu Ribuan Kasus ISPA di Kota Jambi, Polusi Udara Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Dishut Jambi Anggarkan Rp1,84 Miliar untuk Peralatan Penanganan Karhutla
Indeks Kualitas Udara Jambi Capai 392, Al Haris Kerahkan ASN Muda Atasi Karhutla
Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi
Orang Tua Tolak Damai, Dugaan Penganiayaan Siswa SMA Titian Teras Berlanjut
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Terbongkar! 32 Kasus Tambang Emas Ilegal di Jambi, 71 Tersangka dan 3,5 Kg Emas Disita

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Penggerebekan Narkoba di Muaro Jambi, 20 Orang Diciduk, Seorang di Antaranya Lansia

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:44 WIB

Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Bandara Sultan Thaha Jambi Buka Operasional hingga Tengah Malam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Karhutla Picu Ribuan Kasus ISPA di Kota Jambi, Polusi Udara Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Dishut Jambi Anggarkan Rp1,84 Miliar untuk Peralatan Penanganan Karhutla

Berita Terbaru