Ratusan Siswa dan Santri Diduga Keracunan MBG, Kepala SPPG Kalitengah Minta Maaf

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2026 - 07:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana SPPG Kalitengah, Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (2/9/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Suasana SPPG Kalitengah, Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (2/9/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

SIDOARJO, jentik.id – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Rafli Ridho, meminta maaf setelah ratusan siswa dan santri diduga mengalami keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rafli menyampaikan permintaan maaf tersebut saat berada di SPPG Kalitengah, Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (2/9/2026). Ia juga mengaku menyesal atas kejadian tersebut.

“Mohon maaf ya, saya menyesal,” ujar Rafli.

Menurut Rafli, laporan keracunan datang dari santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam Sidoarjo. Selain itu, dua sekolah, yakni SD Kalianget 1 dan SD Kalianget 2, juga melaporkan siswa yang mengalami keluhan serupa pada Selasa (1/9) malam.

“Dari satu ponpes dan dua sekolah. Terakhir ada lima orang dari luar ponpes. Laporannya masuk tadi malam,” katanya.

SPPG Mulai Masak Tengah Malam

Rafli menjelaskan dapur SPPG Kalitengah mulai mengolah menu MBG sekitar pukul 00.00 WIB. Petugas kemudian mengirim makanan ke sejumlah sekolah sekitar pukul 11.00 WIB.

Baca Juga :  Guncang Kasus MBG! Kejagung Kembali Tetapkan Tersangka Baru Korupsi

Ia menyebut makanan tersebut memiliki daya tahan sekitar empat jam setelah pengiriman.

“Seperti biasa, jam 00.00 WIB mulai mengolah. Dikirim jam 11.00 WIB,” ujar Rafli.

Terkait dugaan makanan basi, Rafli mengatakan pihak sekolah sempat memeriksa makanan sebelum membagikannya kepada siswa. Pemeriksaan itu mencakup uji organoleptik, termasuk mencicipi makanan.

“Setelah saya tanyai, katanya aman dan tidak ada masalah pada makanan. Tapi kenapa sampai terjadi keracunan, itu yang membuat saya bingung,” ucapnya.

BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG

Sementara itu, Wakil Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, mengatakan BGN tengah menyelidiki penyebab kejadian tersebut.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Keracunan MBG di Batang, Gibran Desak Investigasi Segera Tuntas

BGN juga menghentikan sementara operasional SPPG Kalitengah. Tim BGN Provinsi Jawa Timur bersama Korwil Sidoarjo telah turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan.

“Kami langsung turun ke lapangan, melakukan investigasi dan melaporkan hasilnya kepada pimpinan pusat,” kata Teguh.

Ia menambahkan, tim pusat juga akan datang untuk menentukan tingkat sanksi terhadap dapur SPPG tersebut. Selama proses pemeriksaan berlangsung, SPPG Kalitengah tidak menyalurkan MBG.

Berdasarkan pemeriksaan awal, SPPG Kalitengah menyiapkan menu MBG pada Selasa (1/9) berupa telur orak-arik, nasi, tumis buncis, dan tempe bumbu Bali.

Teguh juga membantah isu yang menyebut makanan tersebut mengandung belatung.

“Itu tidak ada. Tidak benar,” tegasnya. (nr*)

Berita Terkait

Teh Kemasan Berbusa Saat Demo Viral, Polisi Telusuri Pihak yang Membagikan
KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum
Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3
Amran Bongkar Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP, Kerugian Capai Rp3,3 Miliar
Amran Bertindak Tegas! 8 Pejabat Bapanas-Bulog Dicopot Buntut Dugaan Penyelewengan Beras SPHP
Kepala BGN Klaim Hemat Anggaran MBG Rp44 Triliun, Tutup 2.000 Dapur Bermasalah
BGN Siapkan Pejabat Daerah Setingkat Kapolres hingga Kapolda, Ini Tugasnya
Mentan Amran Bongkar Dugaan Pengalihan Beras SPHP Jadi Premium di Jakarta Timur
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Teh Kemasan Berbusa Saat Demo Viral, Polisi Telusuri Pihak yang Membagikan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:42 WIB

KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Amran Bongkar Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP, Kerugian Capai Rp3,3 Miliar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Amran Bertindak Tegas! 8 Pejabat Bapanas-Bulog Dicopot Buntut Dugaan Penyelewengan Beras SPHP

Berita Terbaru