Sungai Penuh, jentik,id- Rumah Sakit Umum Daerah Mayjen H. A. Thalib Sungai Penuh, sistem pelayanan cepat terintegrasi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) penanganan sangat kepatuhan dan tepat
Melalui inovasi ini, pihak rumah sakit berkomitmen memangkas waktu tunggu pasien kritis agar mendapatkan tindakan medis paling lambat dalam waktu 5 menit setelah tiba.
Direktur Utama RSUD H.A.Thalib, dr Rofi Irwan, menyatakan bahwa perubahan ini didasari oleh meningkatnya volume pasien serta pentingnya periode emas (golden period) dalam menyelamatkan nyawa pasien darurat.
“Kami merombak total alur triage (pemilahan pasien). Sekarang, begitu pasien ambulans atau kendaraan pribadi sampai, tim medis langsung melakukan penilaian kondisi di zona merah atau kuning tanpa harus mengantre di bagian administrasi terlebih dahulu,” ujar dr. Rofi ditemui di lokasi, Senin pagi diruang IGD
Selain perubahan alur fisik, kecepatan pelayanan ini didukung oleh sistem digitalisasi pra-hospital. Ambulans milik RSUD kini telah terintegrasi dengan layar monitor pusat di IGD.
Melalui sistem tersebut, rekam medis darurat dan kondisi vital pasien yang sedang dijalan sudah dapat dipantau oleh dokter spesialis di rumah sakit. Efeknya, tim medis di IGD bisa menyiapkan peralatan dan obat-obatan yang dibutuhkan bahkan sebelum pasien tiba di gerbang rumah sakit.
Salah satu keluarga pasien, Pimpinan Redaksi Jentik,Id mengapresiasi perubahan cepat ini. “Ia Begitu sampai, petugas langsung membawa ke dalam dan memberikan oksigen serta rekam jantung. Urusan administrasi baru ditanyakan setelah kondisi paman saya stabil,” ceritanya.
Dengan adanya sistem baru ini, RSUD Mayjen H.A. Thalib menargetkan dapat menurunkan angka fatalitas pasien darurat hingga 40 persen. (,asy*)









