Krisis Energi Global, China Hentikan Ekspor Solar dan Bensin

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kilang minyak Foto: Reuters/Todd Korol

Ilustrasi kilang minyak Foto: Reuters/Todd Korol

Jakarta, jentik.id-China menghentikan ekspor solar dan bahan bakar minyak (BBM) setelah konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran mengganggu jalur distribusi energi global. Penutupan Selat Hormuz ikut memicu gangguan pasokan energi di kawasan tersebut.

Mengutip Bloomberg, Kamis (5/3/2026), lembaga perencana ekonomi China National Development and Reform Commission (NDRC) menggelar pertemuan dengan pimpinan perusahaan kilang minyak. Pertemuan itu membahas langkah penghentian sementara ekspor solar dan bensin.

NDRC juga meminta perusahaan kilang menghentikan penandatanganan kontrak baru untuk pengiriman solar dan bensin. Selain itu, perusahaan harus menegosiasikan pembatalan kontrak pengiriman yang sudah disepakati sebelumnya.

Baca Juga :  Keluarga Besar Minang Kerinci Kembali Gelar Sunat Massal Gratis Targetkan 200 Anak

Pemerintah China tetap mengizinkan distribusi bahan bakar jet yang berada di gudang berikat. Pasokan bahan bakar untuk Hong Kong dan Makau juga tetap berjalan.

Sejumlah perusahaan kilang besar selama ini rutin menerima kuota ekspor dari pemerintah. Perusahaan tersebut antara lain PetroChina, Sinopec, CNOOC Ltd., Sinochem Group, dan kilang swasta Zhejiang Petrochemical Co.

China memiliki industri pengolahan minyak yang sangat besar. Namun, negara itu lebih banyak menggunakan produksinya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Baca Juga :  Iran Balas Serangan AS! Drone Hantam Kapal Militer, Selat Hormuz Memanas

Di kawasan Asia, China menjadi eksportir bahan bakar jalur laut terbesar ketiga setelah Korea Selatan dan Singapura.

Krisis pasokan energi dari Teluk Persia, terutama di Selat Hormuz, membuat kilang di Jepang, Indonesia, dan India mulai mengurangi produksi serta membatasi ekspor.

China mengambil langkah ini untuk memprioritaskan kebutuhan energi domestik seiring memburuknya konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran. (nr*)

Berita Terkait

Resmi Mengudara! Rute Jakarta–Muara Bungo Dibuka, Al Haris Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah
Polres Kerinci Pers Mintra Kerja Membahas Isu- Isu Strategiskamtibmas.
Pertamax Melonjak! Isi Full Tank Avanza Kini Nyaris Rp700 Ribu
Keluarga Besar Minang Kerinci Kembali Gelar Sunat Massal Gratis Targetkan 200 Anak
Masih Berstatus Tersangka Kecelakaan Maut, Kepala Dinas Ini Justru Dilantik Jadi Staf Ahli Bupati
Anjloknya Harga TBS Sawit, Petani Terguncang dan Terancam Merugi
All New Pajero 2026 Meluncur! SUV Diesel Tangguh dengan Desain Lebih Futuristik
Rupiah Tertekan, Prabowo Sebut Warga Desa Tetap Aman karena Tak Bergantung Dolar
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 22:52 WIB

Resmi Mengudara! Rute Jakarta–Muara Bungo Dibuka, Al Haris Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Senin, 15 Juni 2026 - 11:14 WIB

Polres Kerinci Pers Mintra Kerja Membahas Isu- Isu Strategiskamtibmas.

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:52 WIB

Pertamax Melonjak! Isi Full Tank Avanza Kini Nyaris Rp700 Ribu

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:15 WIB

Keluarga Besar Minang Kerinci Kembali Gelar Sunat Massal Gratis Targetkan 200 Anak

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:38 WIB

Masih Berstatus Tersangka Kecelakaan Maut, Kepala Dinas Ini Justru Dilantik Jadi Staf Ahli Bupati

Berita Terbaru