DHARMASRAYA, jentik.id – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mendapat dukungan anggaran sekitar Rp48 miliar dari pemerintah pusat untuk merevitalisasi 87 satuan pendidikan pada 2026.
Program tersebut mencakup 66 satuan pendidikan PAUD/TK, 18 SD, dan 3 SMP. Pemkab Dharmasraya menargetkan program ini dapat memperbaiki fasilitas sekolah sekaligus menciptakan ruang belajar yang lebih aman dan nyaman.
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani ikut mengawal program tersebut. Ia bersama Dinas Pendidikan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat sejak melakukan audiensi pada Juni 2026.
87 Sekolah Masuk Program Revitalisasi
Data Dinas Kominfo Dharmasraya per Kamis (1/10/2026) mencatat 87 satuan pendidikan masuk dalam program revitalisasi.
Rinciannya terdiri dari 66 PAUD/TK, 18 SD, dan 3 SMP. Program tersebut mencakup berbagai jenjang sehingga pemerintah dapat memperluas pembenahan fasilitas pendidikan.
Selain memperbaiki sarana, Pemkab Dharmasraya ingin meningkatkan pemerataan layanan pendidikan. Karena itu, pemerintah menempatkan pembenahan fasilitas sebagai salah satu bagian penting dalam mendukung proses belajar.
Annisa Kawal Usulan ke Pemerintah Pusat
Annisa membawa kebutuhan revitalisasi sekolah dalam audiensi bersama Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada Juni 2026.
Dalam pertemuan itu, Annisa bersama Plt Kepala Dinas Pendidikan Dharmasraya Bobby Perdana Riza menyampaikan kebutuhan pembenahan sekolah. Mereka juga membahas rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi.
Setelah audiensi, Pemkab Dharmasraya terus menindaklanjuti usulan tersebut. Komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat kemudian menghasilkan dukungan anggaran sekitar Rp48 miliar.
Annisa Apresiasi Dukungan Pemerintah Pusat
Annisa menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas dukungan tersebut.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Kemendikdasmen atas perhatian dan dukungannya terhadap pendidikan di Dharmasraya,” ujar Annisa.
Ia berharap program revitalisasi dapat menghadirkan sekolah yang aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik.
Menurut Annisa, pemerintah daerah perlu menjaga koordinasi dengan pemerintah pusat agar kebutuhan pembangunan pendidikan terus mendapat perhatian.
“Pendidikan adalah investasi untuk masa depan. Karena itu, kami akan terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar berbagai kebutuhan pembangunan pendidikan di Dharmasraya dapat terus diperjuangkan,” katanya.
Dinas Pendidikan Kawal Pelaksanaan
Plt Kepala Dinas Pendidikan Dharmasraya Bobby Perdana Riza sebelumnya mengatakan Annisa langsung menindaklanjuti hasil audiensi dengan pemerintah pusat.
Pemkab Dharmasraya kemudian mengawal kebutuhan revitalisasi hingga mendapat dukungan anggaran. Dana sekitar Rp48 miliar tersebut akan membantu sekolah penerima memperbaiki berbagai sarana dan prasarana.
Pemerintah daerah berharap pembenahan fasilitas berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pendidikan. Dengan begitu, sekolah dapat menyediakan lingkungan belajar yang lebih mendukung peserta didik.
Perkuat Layanan Pendidikan
Program revitalisasi 87 satuan pendidikan menjadi salah satu upaya Pemkab Dharmasraya memperkuat sektor pendidikan.
Selain membenahi fasilitas, pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Dharmasraya. (nr*)









