Amran Bongkar Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP, Kerugian Capai Rp3,3 Miliar

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana pengungkapan temuan dugaan pengoplosan beras Bulog atau beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disubsidi pemerintah menjadi beras premium di kawasan Kayu Manis, Jakarta Timur Rabu (28/10)

Suasana pengungkapan temuan dugaan pengoplosan beras Bulog atau beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disubsidi pemerintah menjadi beras premium di kawasan Kayu Manis, Jakarta Timur Rabu (28/10)

JAKARTA, jentik.id – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkirakan praktik pengoplosan 600 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berpotensi merugikan negara hingga Rp3,3 miliar.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menghitung potensi kerugian tersebut berdasarkan nilai subsidi Rp5.510 per kilogram. Dengan volume 600 ton, nilai subsidi yang berpotensi salah sasaran mencapai Rp3,3 miliar.

Amran mengungkapkan dugaan praktik itu kepada wartawan pada Kamis (29/10/2026). Menurutnya, pelaku membeli beras SPHP dari Bulog, membuka kemasannya, lalu memindahkan beras ke karung lain untuk dijual kembali.

Baca Juga :  Direktur PSJ Kembalikan Rp17,9 Miliar, Kasus Korupsi Sawit Tanjabbar Makin Terbuka

Pelaku diduga menjual beras tersebut sebagai beras premium atau mencampurnya dengan beras lain. Cara ini memungkinkan mereka menjual beras dengan harga lebih tinggi.

Amran menilai tindakan tersebut menyalahgunakan subsidi pemerintah yang bertujuan membantu masyarakat memperoleh beras terjangkau.

“Ini untuk orang susah, kemudian dibongkar dan dijual mahal,” ujar Amran.

Ia meminta aparat menindak tegas pihak yang memanfaatkan beras subsidi demi keuntungan pribadi.

Amran juga memaparkan dukungan pemerintah terhadap sektor pangan. Pada 2026, pemerintah mengalokasikan subsidi dan dukungan sektor hulu sekitar Rp160 triliun, meningkat dari Rp144 triliun pada 2025.

Baca Juga :  Sebanyak 1.555 Narapidana Pindah ke Lapas Sengeti, Lapas Jambi Disiapkan Jadi Rutan

Anggaran tersebut mendukung penyediaan pupuk, traktor, dan alat mesin pertanian. Sementara itu, program SPHP membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga terjangkau.

Amran menyebut pemerintah menetapkan harga beras SPHP sebesar Rp12.500 per kilogram. Namun, pelaku diduga menjual beras tersebut hingga Rp17.000 per kilogram.

Pemerintah akan memperketat pengawasan distribusi beras subsidi agar bantuan menjangkau masyarakat yang membutuhkan dan mencegah penyalahgunaan. (nr*)

Berita Terkait

Teh Kemasan Berbusa Saat Demo Viral, Polisi Telusuri Pihak yang Membagikan
KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum
Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3
Amran Bertindak Tegas! 8 Pejabat Bapanas-Bulog Dicopot Buntut Dugaan Penyelewengan Beras SPHP
Kepala BGN Klaim Hemat Anggaran MBG Rp44 Triliun, Tutup 2.000 Dapur Bermasalah
BGN Siapkan Pejabat Daerah Setingkat Kapolres hingga Kapolda, Ini Tugasnya
Mentan Amran Bongkar Dugaan Pengalihan Beras SPHP Jadi Premium di Jakarta Timur
OJK Ingatkan Modus Penipuan Kerja Online hingga Love Scam, Masyarakat Diminta Waspada
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:42 WIB

KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Amran Bongkar Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP, Kerugian Capai Rp3,3 Miliar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Amran Bertindak Tegas! 8 Pejabat Bapanas-Bulog Dicopot Buntut Dugaan Penyelewengan Beras SPHP

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Kepala BGN Klaim Hemat Anggaran MBG Rp44 Triliun, Tutup 2.000 Dapur Bermasalah

Berita Terbaru