Jakarta, jentik.id – Mitsubishi menghadirkan pembaruan pada Pajero generasi kelima dengan fokus pada efisiensi bahan bakar dan pengurangan emisi. SUV ladder-frame ini mengusung mesin diesel turbo 2.4 liter serta teknologi AdBlue untuk memenuhi standar Euro 6d.
Mengutip laporan Suara Flores, Pajero terbaru mencatat konsumsi BBM sekitar 7,1 liter per 100 kilometer. Angka tersebut setara dengan 14,1 kilometer per liter.
Dengan efisiensi tersebut, Pajero berpeluang bersaing dengan Toyota Land Cruiser Prado dan Ford Everest. Namun, pengemudi tetap perlu memperhatikan kondisi jalan, beban kendaraan, dan gaya berkendara karena faktor tersebut memengaruhi konsumsi BBM.
Mitsubishi Pilih Mesin Diesel Turbo 2.4 Liter
Mitsubishi mengandalkan mesin diesel empat silinder turbo berkapasitas 2.4 liter untuk menggerakkan Pajero generasi kelima. Pabrikan mengembangkan basis mesin ini dari platform Mitsubishi Triton.
Berbeda dengan generasi sebelumnya, Mitsubishi tidak lagi menawarkan pilihan mesin V6. Sebagai gantinya, pabrikan mengutamakan efisiensi mesin diesel untuk mendukung perjalanan jarak jauh maupun penggunaan harian.
Selain memperbarui sektor mesin, Mitsubishi juga meningkatkan teknologi pengendalian emisi. Mesin tersebut diklaim mampu memenuhi standar Euro 6d yang menerapkan batas emisi gas buang lebih ketat.
Teknologi AdBlue Bantu Kurangi Polusi
Mitsubishi menggunakan cairan AdBlue melalui sistem Selective Catalytic Reduction (SCR) untuk menekan emisi nitrogen oksida (NOx).
Dalam prosesnya, sistem SCR menyemprotkan cairan urea sintetis ke saluran gas buang. Reaksi kimia kemudian mengubah nitrogen oksida menjadi nitrogen dan uap air sehingga mengurangi zat pencemar.
Untuk menunjang teknologi tersebut, Pajero terbaru membawa tangki AdBlue berkapasitas 19,1 liter. Kapasitas ini mendukung penggunaan kendaraan hingga jadwal servis berkala sekitar 15.000 kilometer.
Manager Strategi Produk Mitsubishi Australia, Rod Pinedo, menilai teknologi AdBlue menjadi solusi penting bagi Mitsubishi dalam memenuhi standar emisi Euro 6d.
Mitsubishi Klaim Emisi Karbon Lebih Rendah
Tidak hanya menghemat bahan bakar, Pajero terbaru juga menawarkan tingkat emisi karbon yang lebih rendah.
Laporan tersebut menyebut SUV ini menghasilkan emisi karbon dioksida (CO2) sekitar 188 gram per kilometer. Sementara itu, Toyota Land Cruiser Prado mencatat angka sekitar 200 gram per kilometer.
Dengan selisih tersebut, Pajero menunjukkan potensi efisiensi emisi yang lebih baik dibandingkan salah satu pesaingnya. Mitsubishi pun terus mendorong pengembangan kendaraan yang lebih ramah lingkungan.
Mitsubishi Siapkan Varian Hybrid
Selain mengembangkan mesin diesel, Mitsubishi juga menyiapkan teknologi elektrifikasi untuk masa mendatang.
Pabrikan Jepang ini dikabarkan mengembangkan dua pilihan teknologi, yaitu Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Pada sistem HEV, motor listrik bekerja bersama mesin pembakaran internal untuk meningkatkan efisiensi. Sementara itu, teknologi PHEV memungkinkan pemilik mengisi baterai melalui sumber listrik eksternal.
Melalui kombinasi tersebut, Mitsubishi ingin menghadirkan kendaraan dengan konsumsi energi lebih efisien dan respons tenaga yang optimal.
Secara keseluruhan, Pajero generasi terbaru menawarkan sejumlah pembaruan melalui mesin diesel turbo 2.4 liter, teknologi AdBlue, dan standar emisi Euro 6d.
Meski begitu, konsumen masih perlu menunggu pengumuman resmi Mitsubishi mengenai spesifikasi final, jadwal peluncuran, serta ketersediaan kendaraan di setiap negara. (nr*)









