Sungai Penuh, Jentik.id-Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, menemui langsung gabungan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Sungai Penuh.
“Kehadiran orang nomor satu di Kota Sungai Penuh tersebut bertujuan mendengarkan secara langsung aspirasi dan sejumlah tuntutan yang disampaikan mahasiswa.
Dalam dialog terbuka tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius pemerintah daerah. Di antaranya, pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), pembenahan infrastruktur pasar, normalisasi sungai, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
Menanggapi berbagai tuntutan tersebut, Alfin menegaskan bahwa Pemerintah Kota Sungai Penuh terbuka terhadap kritik, saran, maupun masukan dari mahasiswa sebagai bagian dari elemen masyarakat dan generasi muda.
Menurutnya, kritik dan aspirasi mahasiswa merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap arah pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah tidak boleh menutup diri terhadap berbagai masukan yang bertujuan mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
“Kami memandang masukan dari rekan-rekan mahasiswa sangat penting. Pemerintah Kota selalu terbuka untuk berdiskusi demi kemajuan bersama dan perbaikan tata kelola pelayanan publik,” ujar
Alfin di hadapan peserta aksi.
Sebelum Wali Kota menemui situasi di depan pintu masuk Gedung DPRD sempat memanas. Ketegangan bahkan diwarnai aksi saling dorong antara peserta demonstrasi dan pihak keamanan di lokasi.
Namun, setelah Wali Kota hadir sekitar pukul 14 15 Wib dan membuka ruang dialog, aksi penyampaian aspirasi berlanjut dengan orasi secara bergantian serta komunikasi langsung antara mahasiswa dengan walikota Alfin.
Pertemuan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi ruang penyampaian aspirasi, tetapi juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk menindaklanjuti berbagaiĺ persoalan yang disuarakan mahasiswa.
Mahasiswa pun berharap tuntutan yang telah disampaikan tidak berhenti pada sebatas dialog, melainkan memperoleh perhatian dan tindak lanjut nyata dari Pemerintah Kota Sungai Penuh.
“Para peserta demo, sempat bertahan sehingga pukul 18.15 wib, kendati hujan, dan membiarkan diri setelah Walikota Alfin, didampingi Kaadis Lingkungan Hidup menandatangani tuntutan para pendemo.(asy*)









