Jambi, jentik.id–Bank Jambi bobol, sistem keamanan lemah. Ribuan nasabah menyesal telah menabung di Bank milik pemerintah Provinsi Jambi ini. Ada apa dengan manajemen. Kenapa bisa bobol. Inilah pertanyaan mengantung ribuan nasabah.
Gangguan sistem perbankan yang melanda Bank Jambi kini memasuki babak baru. Manajemen bank resmi melaporkan dugaan peretasan layanan ke Kepolisian Daerah Jambi, Senin (23/2/2026), menyusul hilangnya saldo sejumlah nasabah dan terganggunya layanan digital sejak Minggu (22/2).
Perwakilan Bank Jambi mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi didampingi penasihat hukum Ikhsan Hasibuan. Mereka menjalani pemeriksaan selama sekitar empat jam sebelum akhirnya keluar dari ruang penyidik.
Ikhsan menyebut laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
“Kami menduga ada peretasan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Namun saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.
Meski belum merinci jumlah kerugian secara keseluruhan, pihak Bank Jambi memastikan dana nasabah tetap menjadi tanggung jawab bank.
“Pengembalian pasti dilakukan. Sesuai ketentuan OJK, prosesnya bisa memakan waktu hingga 10 hari kerja setelah laporan diverifikasi,” tegasnya.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi, Kombes Pol Taufik Nurmandia, membenarkan laporan tersebut.
“Laporan sudah kami terima dan saat ini masih dalam tahap pendalaman oleh penyidik Subdit II Perbankan,” katanya singkat, dilansir tribunjambi.com
Audit Forensik Telusuri Penyebab Gangguan
Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan audit forensik untuk mengungkap penyebab gangguan sistem yang berdampak pada layanan ATM dan mobile banking.
“Saat ini audit forensik masih berlangsung. Kami belum bisa memastikan penyebabnya karena proses penelusuran masih berjalan,” ujarnya dalam pertemuan dengan media di Gedung Mahligai Bank 9 Jambi.
Ia menegaskan, pelaporan ke kepolisian merupakan bagian dari komitmen bank untuk menyelesaikan persoalan secara transparan dan profesional.
Nasabah Panik, Antrean Panjang di Kantor Cabang
Gangguan layanan tersebut memicu kepanikan di kalangan nasabah. Sejak Senin pagi, ratusan orang memadati kantor cabang Bank Jambi di berbagai wilayah, termasuk Telanaipura, Kantor Wali Kota Jambi, Sengeti, dan Batang Hari, Kota Sungai Penuh.
Sebagian besar nasabah datang untuk memastikan saldo mereka masih aman. Namun, tidak sedikit yang mengaku kehilangan dana dalam jumlah besar.
Rendy, salah seorang nasabah, mengaku saldo tabungan orang tuanya berkurang Rp24 juta secara tiba-tiba.
“Saya tidak pernah melakukan penarikan. Tiba-tiba saldo berkurang. Itu uang tabungan orang tua saya,” ujarnya dengan nada cemas.
Nasabah lain, Helmi, mengalami kejadian serupa. Saldo rekeningnya berkurang Rp25 juta tanpa keterangan transaksi.
“Biasanya saldo Rp68 juta, sekarang tinggal Rp43 juta. Tidak ada riwayat penarikan,” katanya.
Sukartini, seorang ASN di Kota Jambi, juga terkejut saat mengetahui saldo rekeningnya berkurang lebih dari Rp24 juta.
“Saya percaya Bank Jambi karena gaji saya masuk ke sini. Tapi kejadian ini sangat mengecewakan,” ungkapnya.
Bahkan, seorang nasabah di Sengeti mengaku kehilangan lebih dari Rp100 juta, sementara nasabah lain menemukan mutasi saldo Rp24 juta tanpa penjelasan yang jelas.
Sebagian nasabah memilih menarik seluruh dana mereka karena khawatir kejadian serupa terulang. Namun, ada juga yang memastikan saldo mereka masih aman, meski layanan mobile banking belum dapat digunakan.
Nasabah di Sungai Penuh mengalami hal serupa saldonya raib tiba-tiba. “Saya tak ada lakukan transaksi, uang tabungan raib Rp25 juta,” kata Saharni.
Banyak cerita lain yang dialami nasabah di Sungai Penuh, mereka menyesal nabung di Bank Jambi, “Jika sudah pulih saya akan tarik semua uang milik saya. Kapok,” katanya singkat.
Ombudsman Minta Bank Bertanggung Jawab
Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Jambi, Syaiful Roswandi, meminta Bank Jambi bertanggung jawab penuh atas kerugian nasabah.
“Bank wajib menjamin keamanan dana masyarakat. Kami juga meminta layanan digital segera dipulihkan agar tidak menimbulkan keresahan,” ujarnya.
Ia menegaskan, kejadian ini harus menjadi evaluasi serius bagi Bank Jambi untuk memperkuat sistem keamanan teknologi informasi.
Dana Kas Daerah Dipastikan Aman
Di tengah kekhawatiran masyarakat, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi memastikan dana kas daerah yang disimpan di Bank Jambi tetap aman.
Sekretaris BPKAD Muaro Jambi, Abdul Hamid, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi langsung dengan manajemen bank.
“Saldo kas daerah maupun rekening operasional pemerintah dipastikan aman dan tidak terdampak,” jelasnya.
Hingga kini, penyelidikan kepolisian dan audit forensik masih berlangsung. Bank Jambi berjanji memulihkan layanan digital secepat mungkin serta memastikan dana nasabah yang terdampak akan dikembalikan sepenuhnya.
Sementara itu, nasabah berharap ada kepastian dan penyelesaian cepat agar kepercayaan terhadap layanan perbankan daerah tersebut dapat pulih kembali. (ms)









