Konflik Iran–AS–Israel Memanas, Kepulangan 2.500 Jemaah Umrah Sumbar Terancam Tertunda

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahyeldi Ansharullah.

Mahyeldi Ansharullah.

Padang, jentik.id– Sebanyak 2.500 jemaah umrah asal Sumatera Barat kini berada di Arab Saudi. Konflik Iran, Amerika Serikat, dan Israel di Timur Tengah menimbulkan kekhawatiran terhadap jadwal kepulangan mereka ke Indonesia.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengatakan pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah untuk memastikan kepulangan jemaah berjalan lancar.

Mahyeldi menilai ketegangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi mengganggu jalur penerbangan internasional.

“Jika penerbangan terganggu tentu ada jemaah yang tertahan. Kita akan berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah untuk mencari solusi,” katanya.

Ia juga menyebut koordinasi itu akan membahas rencana keberangkatan haji jika konflik belum mereda.

Baca Juga :  Spanyol Tegas! Tak Izinkan AS Gunakan Pangkalan Militer untuk Serang Iran

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumbar Rifki Diflaizar mengatakan 2.500 jemaah umrah Sumbar mengikuti dua program, yaitu awal Ramadan dan full Ramadan.

Sebanyak 1.000 jemaah mengikuti program awal Ramadan. Berbagai travel memberangkatkan mereka pada 22 Februari 2026 dan menjadwalkan kepulangan mereka pada 5 Maret 2026 melalui Bandara Internasional Minangkabau.

“Jumlah terbanyak berasal dari Kota Padang,” ujar Rifki.

Sebanyak 1.500 jemaah lainnya mengikuti program full Ramadan. Travel umrah memberangkatkan mereka pada 23 Februari 2026 dan menjadwalkan kepulangan sekitar 26 Maret 2026.

Baca Juga :  Oknum Guru SMP di Padang Panjang Ditangkap, Diduga S*t*b*h* Murid

Rifki menegaskan hingga kini pihaknya belum menerima laporan pembatalan atau perubahan jadwal kepulangan jemaah umrah asal Sumbar.

Ia juga menyebut penerbangan langsung Arab Saudi–Indonesia masih berjalan normal. Maskapai hanya mengganggu penerbangan transit yang melewati wilayah konflik.

Secara nasional sekitar 58 ribu jemaah umrah Indonesia kini berada di Arab Saudi. Pemerintah terus memantau perkembangan konflik di Timur Tengah karena kondisi tersebut berpotensi mengganggu penerbangan ke Indonesia.

Hingga menjelang jadwal kepulangan 5 Maret 2026, Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumbar belum menerima informasi penundaan penerbangan. (syam*)

Berita Terkait

Diduga Bawa Pasokan MBG, Grand Max Jatuh ke Jurang di Muara Emat
Benturan Keras Bus dan Truk Boks di Muaro Jambi, Satu Nyawa Melayang
Tebar Berkah Ramadan, Yatim Fest Talang Lindung Bantu Anak Yatim dan Dhuafa
Mudik Gratis 2026 Dimulai, Al Haris Berangkatkan Ratusan Pemudik dari Jambi
Dua Hari, Tiga Rumah Terbakar di Padang Panjang
Ramadhan Picu Lonjakan Sampah di Kota Jambi, Tembus 408 Ton per Hari
Bank Jambi Belum Pulih, DPRD Minta THR ASN Disalurkan Langsung Melalui OPD
Cabai Rawit Melonjak, Wagub Jambi Sidak Langsung Pasar Angso Duo
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 17:00 WIB

Diduga Bawa Pasokan MBG, Grand Max Jatuh ke Jurang di Muara Emat

Senin, 16 Maret 2026 - 16:00 WIB

Benturan Keras Bus dan Truk Boks di Muaro Jambi, Satu Nyawa Melayang

Senin, 16 Maret 2026 - 11:00 WIB

Mudik Gratis 2026 Dimulai, Al Haris Berangkatkan Ratusan Pemudik dari Jambi

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:00 WIB

Dua Hari, Tiga Rumah Terbakar di Padang Panjang

Jumat, 13 Maret 2026 - 11:05 WIB

Ramadhan Picu Lonjakan Sampah di Kota Jambi, Tembus 408 Ton per Hari

Berita Terbaru

Bazar Murah paket sembako di Padang Panjang.

Padang Panjang

Pemko Sediakan Paket Sembako di Bawah Harga Pasar

Senin, 16 Mar 2026 - 21:00 WIB

Rombongan

Padang Panjang

Rombongan “Mama Papa Mudik Gratis” Tiba di Padang Panjang

Senin, 16 Mar 2026 - 20:00 WIB