Teheran, jentik.id – Konflik antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat memasuki hari ke-13 pada Kamis (12/3). Militer Iran melancarkan serangan drone ke sejumlah pangkalan militer Israel serta markas badan keamanan Shin Bet.
Iran menargetkan pangkalan udara Palmachim dan Ovda sebagai sasaran utama. Serangan tersebut merupakan balasan atas operasi militer gabungan AS dan Israel pada akhir Februari lalu.
Setelah serangan itu, Iran memperluas target ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di beberapa negara Timur Tengah. Aksi militer juga memicu ketegangan di kawasan strategis Selat Hormuz.
Di sisi lain, Israel meningkatkan operasi militer dengan menyerang posisi milisi Hizbullah di Lebanon, yang dikenal sebagai sekutu dekat Iran. Eskalasi konflik ini memperburuk situasi keamanan di Timur Tengah dan berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan hingga tingkat global.
Para pemimpin dunia mendesak semua pihak menahan diri dan membuka jalur diplomasi. Negara-negara kawasan meningkatkan kewaspadaan militer serta memperketat pengamanan fasilitas vital. Situasi ini mendorong lonjakan harga energi global dan memicu kekhawatiran pasar internasional terhadap potensi krisis yang lebih luas. (nr*)









