Kendala Kapal! Ekspor Pinang Jambi ke Iran Tertunda, Puluhan Ton Barang Kembali

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKSPOR - Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jambi, Sudiwan Situmorang mengonfirmasi kabar pengembalian ekspor pinang tujuan Iran.

EKSPOR - Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jambi, Sudiwan Situmorang mengonfirmasi kabar pengembalian ekspor pinang tujuan Iran.

JAMBI, jentik.id – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jambi mengonfirmasi pengembalian ekspor pinang tujuan Iran. Sebanyak 27,6 ton pinang asal Jambi kembali ke Indonesia setelah pengiriman melalui Singapura mengalami kendala.

Kepala Balai Karantina, Sudiwan Situmorang, menyebut nilai ekspor mencapai Rp647,5 juta. Saat ini, komoditas tertahan di Pelabuhan Jambi karena pihak perusahaan masih menyelesaikan administrasi kepabeanan.

Sudiwan menjelaskan, PT Karin Indo Global gagal melanjutkan pengiriman dari Singapura ke Iran. Perusahaan kemudian memutuskan memulangkan barang sambil menunggu kepastian jadwal kapal.

Baca Juga :  Jambi Lumpuh Akibat Blackout, DPRD Usulkan Skema Kompensasi untuk UMKM

“Kami belum menerbitkan izin keluar pelabuhan karena perusahaan masih mengurus dokumen cukai,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Ia menegaskan keterbatasan jadwal kapal rute Singapura–Iran menjadi penyebab utama. Ketidakpastian jadwal mendorong eksportir menarik kembali barang ke Jambi.

Sudiwan menambahkan, saat ini hanya komoditas pinang yang terdampak langsung. Namun, ia menerima informasi adanya potensi kendala serupa pada komoditas lain melalui jalur Kuala Tungkal–Port Klang, Malaysia.

Baca Juga :  India Meluncurkan Mobil Baru Sekelas Agya-Ayla Harganya Mulai Rp 87 Jutaan Belum Dipasarkan di Indonesia.

Menurutnya, eksportir dapat memilih beberapa alternatif rute pengiriman ke Timur Tengah, seperti melalui Singapura, Port Klang, atau pelabuhan dalam negeri seperti Tanjung Priok, Belawan, dan Lampung.

Ia menyebut perusahaan berencana mengalihkan pengiriman melalui Pelabuhan Tanjung Priok dengan kapal berbendera Iran. Perusahaan menargetkan pengiriman ulang segera berjalan setelah seluruh dokumen administrasi selesai. (nr*)

Berita Terkait

Pemkot Sungai Penuh Gandeng BNI, Percepat Transformasi Digital dan Smart City
Adik Jusuf Kalla Alihkan Saham Bukaka Rp195 Miliar ke Dua Putrinya, Struktur Kepemilikan BUKK Berubah
Purbaya Sebut PT DSI Jadi Angin Segar bagi Pasar, Investor Berpotensi Raup Keuntun
India Meluncurkan Mobil Baru Sekelas Agya-Ayla Harganya Mulai Rp 87 Jutaan Belum Dipasarkan di Indonesia.
Mobil Listrik Masuk Tahun Pembuktian, Tanpa Insentif Masih Bisa Melaju?
PT Tren Gen Horizon Resmi Kantongi HAKI dari DJKI, Perkuat Bisnis Periklanan Digital
Harga Ponsel Unggulan Diprediksi Tembus Rp25 Juta pada Akhir 2026
Rupiah Kian Tertekan! Geopolitik Memanas dan Subsidi Energi Jadi Pemic
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:04 WIB

Pemkot Sungai Penuh Gandeng BNI, Percepat Transformasi Digital dan Smart City

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:44 WIB

Adik Jusuf Kalla Alihkan Saham Bukaka Rp195 Miliar ke Dua Putrinya, Struktur Kepemilikan BUKK Berubah

Senin, 1 Juni 2026 - 07:18 WIB

Purbaya Sebut PT DSI Jadi Angin Segar bagi Pasar, Investor Berpotensi Raup Keuntun

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:21 WIB

India Meluncurkan Mobil Baru Sekelas Agya-Ayla Harganya Mulai Rp 87 Jutaan Belum Dipasarkan di Indonesia.

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:48 WIB

Mobil Listrik Masuk Tahun Pembuktian, Tanpa Insentif Masih Bisa Melaju?

Berita Terbaru