KATIM, Jentik.id — Limbah kayu yang selama ini dianggap tidak bernilai, ternyata mampu disulap menjadi produk bernilai ekonomi oleh tangan-tangan kreatif masyarakat.
Melalui inovasi yang dilakukan Kelompok Kayu Bina Karya Baitul Ghofur (BKBG), sisa-sisa kayu operasional kini diolah menjadi Alat Permainan Edukatif (APE) berkualitas tinggi untuk anak-anak.
Upaya ini tidak hanya membantu mengurangi timbulan sampah kayu, tetapi juga menjadi solusi penyediaan sarana belajar yang ramah lingkungan dan terjangkau
Kelompok BKBG yang terbentuk pada tahun 2025 dengan 16 anggota aktif ini, kini fokus memproduksi berbagai produk mulai dari furnitur rumah tangga hingga alat permainan anak
Menariknya, produk edukasi buatan warga tersebut telah disalurkan ke tiga daycare melalui program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya).
Ketua Kelompok BKBG, Rantau, mengatakan bahwa selain memberikan manfaat sosial, kegiatan ini juga mampu meningkatkan pendapatan anggota.
“Hingga Maret 2026, nilai ekonomi dari pengolahan limbah kayu ini telah mencapai Rp25 juta,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemanfaatan limbah ini membuat kelompoknya semakin produktif.
“Kami merasa lebih produktif. Limbah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan, kini bisa menjadi produk bernilai dan bermanfaat untuk pendidikan anak-anak,” tambahnya.
Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Kilang Balikpapan, yang bertujuan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis pemanfaatan limbah atau circular economy.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT PPN Kilang Balikpapan, Dodi Yapsenang, menjelaskan bahwa inisiatif ini menjadi wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Program ini mendorong pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna serta memperkuat struktur ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional,” jelasnya.
Meski baru berjalan satu tahun, potensi pengembangan produk APE dan furnitur dari limbah kayu ini dinilai sangat menjanjikan. Dengan pembinaan berkelanjutan, Kelompok BKBG diharapkan mampu memperluas pemasaran hingga ke luar wilayah Balikpapan.
Inovasi warga ini menjadi bukti bahwa limbah kayu, jika dikelola dengan baik, dapat menjadi sumber ekonomi sekaligus sarana edukasi.









