Padang, jentik.id–Wakil Wali Kota Padang, Sumatera Barat, Maigus Nasir, menyampaikan pesan kuat kepada dunia pendidikan saat membuka Musabaqah Tilawah Alquran (MTQ) ke-42 tingkat Kecamatan Pauh di Masjid Istiqlal, Selasa (14/4). Ia menegaskan arah pembangunan Kota Padang tidak bertumpu pada beton, tetapi pada otak dan karakter generasi mudanya.
Maigus menekankan bahwa Kota Padang membangun masa depan melalui penguatan sumber daya manusia. Ia juga mengubah suasana seremoni MTQ menjadi momentum penguatan pendidikan karakter di Kota Padang.
Ia mengkritik ukuran kemajuan yang hanya berfokus pada pembangunan fisik. Menurutnya, sebuah kota disebut maju ketika mampu melahirkan generasi yang memiliki kecerdasan emosional, kemampuan komunikasi global, serta daya saing internasional.
“Kita gerakkan seluruh potensi untuk mewujudkan Padang yang pintar dan sehat. Kita targetkan generasi yang mampu berbicara di tingkat dunia dan masuk perguruan tinggi ternama, namun tetap berlandaskan agama dan budaya,” tegas Maigus di hadapan tokoh masyarakat dan penggiat Alquran.
Pemkot Padang Luncurkan Program 3T Pendidikan Alquran
Maigus Nasir mengumumkan peluncuran Program 3T yang akan ia resmikan pada Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei mendatang. Ia merancang program ini untuk memperkuat kemampuan siswa SMP dalam membaca dan memahami Alquran secara lebih mendalam.
Program 3T mencakup tiga pilar utama. Pertama, tahsin untuk memperbaiki kualitas bacaan Alquran. Kedua, tafsir untuk memperdalam pemahaman isi Alquran agar siswa memahami makna bacaan dalam salat. Ketiga, tahfiz untuk memperkuat hafalan sebagai kelanjutan pembelajaran.
Smart Surau Perkuat Digitalisasi Pendidikan Alquran
MTQ ke-42 Kecamatan Pauh menjadi panggung penerapan program Smart Surau. Pemerintah Kota Padang mengintegrasikan teknologi digital ke dalam pengelolaan surau dan masjid.
Maigus menegaskan pemerintah mengubah pendekatan pendidikan Alquran menjadi lebih modern dengan memanfaatkan platform pembelajaran digital dan rekaman tilawah.
“Pendidikan Alquran tidak lagi menjadi kegiatan sampingan, tetapi menjadi program utama yang mendapat dukungan penuh melalui platform pembelajaran modern dan rekaman tilawah digital,” ujar Maigus.
Gerakan Surau Bertransformasi Jadi Gerakan Intelektual
Camat Pauh, Forkopimca, dan Kementerian Agama memperkuat pelaksanaan MTQ ini sebagai bagian dari transformasi gerakan surau di Kota Padang. Mereka mengarahkan gerakan tersebut menjadi gerakan intelektual berbasis digital.
Maigus menegaskan MTQ ke-42 tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana pembentukan generasi muda yang mampu menguasai teknologi dan bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan nilai agama.
“MTQ ini bukan sekadar lomba, tetapi cara kita membentuk generasi yang menguasai teknologi dan dunia tanpa kehilangan identitas agama,” pungkasnya. (syam)









