Halmahera Timur, jentik.id–Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, mendorong sekitar 36 ribu nelayan di wilayahnya untuk segera memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan BPJS Ketenagakerjaan. Ia menegaskan kedua program ini menjadi kunci untuk memperkuat modal usaha sekaligus memberikan perlindungan kerja bagi nelayan yang setiap hari menghadapi risiko tinggi di laut.
Sherly menyampaikan hal tersebut saat sosialisasi program KUR di Halmahera Timur. Dalam kegiatan itu, ia mengajak nelayan untuk mulai mengakses pembiayaan perbankan agar usaha mereka berkembang lebih cepat dan mandiri.
36 Ribu Nelayan Jadi Fokus Penguatan Ekonomi
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan jumlah nelayan di Maluku Utara mencapai sekitar 36 ribu orang. Namun, pemerintah daerah hanya mampu menyalurkan sekitar 200 unit kapal setiap tahun melalui Dinas Kelautan dan Perikanan. Kondisi ini membuat banyak nelayan belum memperoleh dukungan sarana secara langsung dari pemerintah.
Karena itu, Sherly menekankan pentingnya pemanfaatan KUR sebagai solusi permodalan. Ia meminta nelayan tidak hanya bergantung pada bantuan alat tangkap atau kapal, tetapi juga membangun kemandirian usaha melalui akses pembiayaan yang lebih luas.
“Jumlah nelayan kita sekitar 36 ribu orang, sementara pemerintah hanya bisa menyalurkan sekitar 200 kapal per tahun. Karena itu, KUR harus dimanfaatkan sebagai solusi permodalan,” ujar Sherly.
KUR Jadi Solusi Kemandirian Usaha Nelayan
Ia menegaskan pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam memenuhi seluruh kebutuhan sarana dan prasarana nelayan. Dengan memanfaatkan KUR, nelayan dapat meningkatkan kapasitas usaha, memperbesar hasil tangkapan, dan memperkuat kesejahteraan keluarga.
BPJS Ketenagakerjaan Lindungi Risiko Nelayan
Selain pembiayaan, Sherly juga mendorong nelayan mengikuti BPJS Ketenagakerjaan. Ia menilai pekerjaan nelayan memiliki risiko tinggi sehingga membutuhkan perlindungan sosial yang kuat dan berkelanjutan.
Sherly menjelaskan BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan ketika terjadi kecelakaan kerja atau risiko lain saat melaut. Ia meminta nelayan segera mendaftar agar tidak bekerja tanpa jaminan keselamatan yang memadai.
Target: Nelayan Mandiri dan Sektor Perikanan Modern
Melalui penguatan akses KUR dan perlindungan BPJS, Pemerintah Provinsi Maluku Utara menargetkan peningkatan kemandirian ekonomi nelayan. Pemerintah juga mendorong transformasi sektor perikanan agar lebih modern, produktif, dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.(am/*)









