Warga Desak Pencabutan Zona Merah, DPRD dan Pemkot Jambi Sepakat Kirim Surat ke Presiden

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekira 200 orang pendemo dari Forum Tolak Zona Merah Kota Jambi dialog di kantor DPRD Kota Jambi, Selasa (2/6). Mereka menuntut pencabutan status zona merah.

Sekira 200 orang pendemo dari Forum Tolak Zona Merah Kota Jambi dialog di kantor DPRD Kota Jambi, Selasa (2/6). Mereka menuntut pencabutan status zona merah.

JAMBI, jentik.id – Sekitar 200 warga yang tergabung dalam Forum Tolak Zona Merah Kota Jambi menggelar aksi unjuk rasa di DPRD Kota Jambi, Selasa (2/6/2026). Mereka menuntut pencabutan status zona merah di tujuh kelurahan dan pembukaan blokir 5.506 sertifikat tanah milik warga.

Setelah menyampaikan aspirasi di DPRD, perwakilan massa bertemu dengan Wali Kota Jambi Maulana, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, serta sejumlah pejabat di Gedung Grha Siginjai.

Dalam pertemuan itu, warga mempertanyakan dasar penetapan zona merah. Selain itu, mereka juga meminta pemerintah membuka data warga terdampak secara transparan.

Salah seorang warga, Endang, mempertanyakan perbedaan perlakuan terhadap pemilik lahan di kawasan yang sama. Sementara itu, Asep Mulyana mendesak pemerintah segera mencabut status zona merah karena dinilai merugikan masyarakat.

Selanjutnya, DPRD Kota Jambi, Pemkot Jambi, dan perwakilan warga menyepakati pengiriman surat kepada Presiden Republik Indonesia. Mereka meminta pemerintah pusat membantu menyelesaikan persoalan tumpang tindih lahan antara warga dan Pertamina.

Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, membacakan surat tersebut. Surat itu berisi permohonan pembukaan blokir ribuan sertifikat tanah yang terdampak klaim Barang Milik Negara (BMN).

Baca Juga :  Ketegangan Pecah di DPRD Jambi, Mahasiswa dan Polisi Sempat Saling Dorong

Menurut data yang dipaparkan, persoalan ini menyangkut 5.506 bidang tanah bersertifikat. Lahan tersebut tersebar di Simpang III Sipin, Murni, Kenali Asam, Kenali Asam Bawah, Kenali Asam Atas, Paal Lima, dan Suka Karya. Total luasnya mencapai sekitar 300 hektare.

Karena itu, warga berharap pemerintah segera menghadirkan solusi dan memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah mereka.

Kepala BPN Tinggalkan Lokasi Tanpa Keterangan

Usai aksi berlangsung, wartawan mencoba meminta tanggapan Kepala Kantor Pertanahan Kota Jambi, Ridho Gunarsa Ali. Namun, Ridho memilih meninggalkan lokasi tanpa memberikan komentar terkait tuntutan warga maupun polemik zona merah.

Warga Pertanyakan Dasar Pemblokiran Sertifikat

Di sisi lain, Ketua Divisi Advokasi Forum Tolak Zona Merah Pertamina Jambi, Suhatman Pisang, menilai persoalan ini bermula dari kebijakan administrasi pertanahan yang memicu pemblokiran ribuan sertifikat warga.

Menurut Suhatman, masyarakat mempertanyakan alasan pemblokiran tanah yang telah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM). Ia juga menyoroti minimnya sosialisasi dan verifikasi sebelum penetapan zona merah.

Baca Juga :  Kabut Asap Tebal Selimuti Kota Jambi, Warga Keluhkan Sesak Napas

Akibatnya, warga menghadapi ketidakpastian hukum dan semakin resah terhadap status lahan mereka.

Pemkot Jambi Utamakan Penyelesaian

Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menegaskan bahwa semua pihak harus fokus mencari solusi. Menurutnya, penyelesaian masalah lebih penting daripada memperdebatkan pihak yang benar atau salah.

Karena itu, Pemkot Jambi telah mengumpulkan sejumlah instansi terkait, seperti Pertamina, SKK Migas, Kanwil Kekayaan Negara, dan kejaksaan.

Maulana menilai persoalan zona merah menyangkut kepastian hukum serta kehidupan ribuan warga. Oleh sebab itu, pemerintah tidak boleh membiarkan masalah tersebut berlarut-larut.

Selain berdampak pada masyarakat, ketidakjelasan status lahan juga berpotensi memicu konflik sosial. Bahkan, kondisi itu dapat menghambat aktivitas ekonomi dan pembangunan kawasan.

Untuk mempercepat penyelesaian, Pemkot Jambi bersama pihak terkait akan membentuk tim khusus. Tim tersebut akan menyusun langkah teknis dan mencari solusi yang dapat diterapkan secepatnya. (nr*)

Berita Terkait

Safari Jumat ke Pinggir Air, Wako Alfin Serahkan Bantuan Rp5 Juta untuk Masjid Baiturrahim
Kapolres Kerinci Pimpin Green Policing, Tanam Pohon Kehidupan Produktif Di Lingkungan Asrama Polres
6.516 Hektare Lahan Terbakar di Kaltim, 33 Tersangka Jadi Sasaran Penegakan Hukum
Karhutla Meluas, TNI AU Kerahkan 11 Pesawat Angkut untuk Padamkan Kebakaran
Kapolres Kerinci Tinjau BLK, Dorong Peningkatan Keterampilan Dan Peluang Kerja Bagi Generasi Muda
Wawako Azhar Hadiri HUT ke-27 Muaro Jambi, Perkuat Sinergi Daerah
Polda Riau Sita 35 Kg Sabu Senilai Rp62,9 Miliar, Jaringan Malaysia Sasar Tiga Provinsi
BAZNAS Pariaman Bantu Pemulung Bangkit, Bentor Jadi Modal Cari Rezeki Lebih Mudah
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Safari Jumat ke Pinggir Air, Wako Alfin Serahkan Bantuan Rp5 Juta untuk Masjid Baiturrahim

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Kapolres Kerinci Pimpin Green Policing, Tanam Pohon Kehidupan Produktif Di Lingkungan Asrama Polres

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:38 WIB

6.516 Hektare Lahan Terbakar di Kaltim, 33 Tersangka Jadi Sasaran Penegakan Hukum

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Karhutla Meluas, TNI AU Kerahkan 11 Pesawat Angkut untuk Padamkan Kebakaran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Kapolres Kerinci Tinjau BLK, Dorong Peningkatan Keterampilan Dan Peluang Kerja Bagi Generasi Muda

Berita Terbaru