Thailand Perketat Skrining Wisatawan Asal Amerika Selatan untuk Cegah Penyebaran Hantavirus

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Thailand,jentik.id — Pemerintah Thailand memperketat pengawasan kesehatan di seluruh pintu masuk internasional guna mencegah potensi penyebaran hantavirus. Langkah tersebut dilakukan melalui proses skrining wajib terhadap wisatawan yang memiliki riwayat perjalanan dari sejumlah negara di Amerika Selatan.

Kebijakan itu diterapkan meskipun hingga kini Thailand belum melaporkan adanya kasus resmi hantavirus di wilayahnya. Otoritas kesehatan setempat menegaskan langkah antisipatif dilakukan demi menjaga keamanan sektor pariwisata dan kesehatan masyarakat.

Direktur Jenderal Departemen Pengendalian Penyakit Thailand, Montien Kanasawadse, mengatakan setiap pelancong dari wilayah berisiko diwajibkan melapor kepada petugas kesehatan setibanya di Thailand.

Baca Juga :  Anggaran Pariwisata Kerinci 2026 Rp 2,2 Miliar Disorot

“Setiap pelancong dari wilayah berisiko diwajibkan memberikan riwayat kesehatan secara terperinci melalui formulir deklarasi kesehatan sebelum melanjutkan proses imigrasi,” ujarnya.

Pemerintah Thailand juga menginstruksikan seluruh 74 titik masuk internasional untuk memperketat sanitasi lingkungan dan pengendalian vektor penyakit.

“Pengawasan difokuskan pada kapal pesiar, bandara internasional, serta moda transportasi lintas negara lainnya.

Hingga 9 Mei 2026, otoritas Thailand tercatat telah melakukan pemeriksaan terhadap 470 wisatawan asal Amerika Selatan, dengan rata-rata kedatangan mencapai 157 orang per hari. Sebagian besar pelancong masuk melalui Bandara Internasional Suvarnabhumi di Bangkok.

Baca Juga :  Wali Kota Yogyakarta Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas, Dialihkan untuk Program Pro Rakyat

Pihak berwenang turut mengimbau masyarakat dan wisatawan yang baru kembali dari wilayah berisiko tinggi agar segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, gangguan pernapasan, atau memiliki riwayat kontak dengan hewan pengerat yang diketahui menjadi salah satu sumber penularan hantavirus.

Langkah preventif tersebut menjadi bagian dari upaya Thailand menjaga stabilitas sektor pariwisata sekaligus mengantisipasi potensi ancaman penyakit menular lintas negara.

Berita Terkait

Minggu Pagi yang Menghidupkan Muaro Bungo
Anggaran Pariwisata Kerinci 2026 Rp 2,2 Miliar Disorot
Wali Kota Yogyakarta Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas, Dialihkan untuk Program Pro Rakyat
Kontribusi Sektor Wisata Kabupaten Bandung Tembus Rp 31,6 M Dimusim Libur
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:43 WIB

Minggu Pagi yang Menghidupkan Muaro Bungo

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:10 WIB

Thailand Perketat Skrining Wisatawan Asal Amerika Selatan untuk Cegah Penyebaran Hantavirus

Minggu, 19 April 2026 - 15:12 WIB

Anggaran Pariwisata Kerinci 2026 Rp 2,2 Miliar Disorot

Selasa, 14 April 2026 - 18:59 WIB

Wali Kota Yogyakarta Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas, Dialihkan untuk Program Pro Rakyat

Minggu, 5 April 2026 - 02:35 WIB

Kontribusi Sektor Wisata Kabupaten Bandung Tembus Rp 31,6 M Dimusim Libur

Berita Terbaru

Pemerintah pusat memastikan penanganan konflik di Wamena, Papua Pegunungan dilakukan secara menyeluruh dengan mengutamakan pemulihan masyarakat hingga kondisi kembali kondusif.hal tersebut disampaikan pada Rapat koordinasi tersebut dihadiri Gubernur Papua Pegunungan, para bupati, unsur TNI-Polri, Majelis Rakyat Papua (MRP), Lembaga Masyarakat Adat (LMA), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Daerah

Pemerintah Pusat Hadir Pulihkan Situasi Keamanan di Wamena

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:34 WIB

seorang gadis remaja berjualan minuman detoks tubuh

Wisata

Minggu Pagi yang Menghidupkan Muaro Bungo

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:43 WIB