Muaro Bungo, jentik.id-Pagi itu matahari belum terlalu tinggi. Udara masih ringan. Jalan di depan Kantor Bupati Muaro Bungo sudah ramai.
Bukan ramai karena demo. Bukan pula karena pejabat datang.
Masyarakat sedang menikmati Minggu pagi.
Ada yang jalan kaki. Ada yang ikut senam sehat. Ada yang sekadar duduk sambil melihat anak-anak mereka berlarian kecil di pinggir jalan.
Saya memperhatikan wajah-wajah itu.
Rata-rata tampak bahagia.
Para ibu berjalan sambil menggandeng suami. Anak-anak tertawa kecil. Sesekali terdengar suara pedagang menawarkan dagangan mereka.
Beginilah wajah kota kecil jika ruang publiknya hidup.
Tidak perlu mal mewah.
Tidak perlu hiburan mahal.
Cukup jalan yang dibuka untuk rakyat. Cukup ruang aman untuk olahraga dan berkumpul.
Muaro Bungo memiliki itu setiap Minggu pagi.
Yang paling menarik justru bukan senamnya.
Bukan pula ramainya.
Tetapi denyut ekonomi kecil yang ikut bergerak.
Pedagang sudah datang sejak subuh. Gerobak makanan mulai berjejer. Ada penjual sarapan pagi. Ada UMKM makanan ringan. Ada mainan anak-anak.
Dan saya melihat sesuatu yang menarik.
Sekelompok gadis remaja berjualan minuman detoks tubuh.
Mereka tampak serius melayani pembeli. Sesekali tertawa bersama teman-temannya.
Saya bertanya, kenapa memilih jualan.
Jawabannya sederhana.
“Daripada keluyuran, lebih baik jualan pak. Dapat uang, dapat pengalaman juga.”
Kalimat itu sederhana.
Tetapi dalam sekali.
Anak-anak muda itu sedang belajar mandiri. Mereka tidak menunggu kaya dulu untuk mulai usaha.
Mereka memulai dari Minggu pagi.
Dari gelas-gelas minuman dingin.
Dari jalan yang dipenuhi orang olahraga.
Kadang bangsa ini tidak kekurangan anak pintar.
Yang kurang hanya ruang untuk tumbuh.
Minggu pagi seperti ini ternyata bisa menjadi sekolah kecil kehidupan.
Bukan hanya untuk pedagang muda.
Tetapi juga untuk para ibu.
Salah satunya Etek Masni.
Ia menjual sate Padang.
Tangannya sibuk melayani pembeli. Asap sate terus mengepul sejak pagi.
“Alhamdulillah selalu habis sebelum jam sembilan,” katanya.
Saya percaya itu.
Karena aroma sate Padangnya memang menggoda.
Kegiatan seperti ini sering dianggap sederhana.
Padahal dampaknya besar.
Orang sehat karena olahraga.
Pedagang kecil mendapat penghasilan.
Anak-anak punya ruang bermain.
Keluarga punya waktu bersama.
Ekonomi bergerak tanpa seminar panjang.
Tanpa pidato berlembar-lembar.
Yang penting ruangnya ada.
Dan pemerintah memberi dukungan.
Pemerintah Kabupaten Muaro Bungo tampaknya memahami hal itu. Begitu juga Kepolisian Resor Muaro Bungo yang ikut mendukung karena kawasan depan Mapolres juga dipakai masyarakat.
Kadang kebahagiaan warga memang tidak rumit.
Bukan proyek besar.
Bukan gedung tinggi.
Cukup jalan yang dibuka setiap Minggu pagi.
Lalu rakyat datang membawa senyum mereka sendiri. (ms)









