Jakarta, jentik.id – Presiden Prabowo Subianto memastikan keamanan wilayah udara, laut, dan daratan Indonesia tetap terjaga melalui penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) nasional.
Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan dengan resmi dioperasikannya Radar Ground Control Intercept (GCI) buatan PT Len Industri sebagai unit kedua dari total 13 radar yang disiapkan pemerintah.
Peresmian dan penyerahan radar dilakukan dalam agenda penyerahan alutsista strategis nasional oleh Kementerian Pertahanan kepada TNI di Apron Pandawa Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5), yang turut disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto.
Dalam keterangannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa penguatan alutsista menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan pertahanan nasional sekaligus meningkatkan daya tangkal negara terhadap berbagai ancaman.
“Kita ingin memastikan keamanan wilayah udara, laut, dan daratan Indonesia tetap terjaga dengan baik. Pertahanan yang kuat adalah syarat utama menjaga stabilitas dan kedaulatan bangsa,” ujar Prabowo.
Radar GCI tersebut diproyeksikan memperkuat sistem pengawasan udara nasional melalui kemampuan deteksi dini dan pengendalian intersepsi secara terintegrasi. Penyerahan radar dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT Len Industri, Joga Dharma Setiawan, didampingi Direktur Bisnis dan Kerja Sama Irwan Ibrahim.
“Joga menyebutkan, penyerahan Radar GCI menjadi bukti nyata komitmen industri pertahanan dalam negeri dalam mendukung sistem pertahanan udara nasional yang modern dan terintegrasi.
“Radar GCI ini tidak hanya memperkuat kemampuan pengawasan ruang udara nasional, tetapi juga menunjukkan kemampuan industri dalam negeri dalam menguasai teknologi strategis pertahanan.
Kami berkomitmen terus mendukung interoperabilitas sistem pertahanan nasional melalui pengembangan teknologi yang andal dan berkelanjutan,” kata Joga.
Selain penguatan sistem radar, pengadaan pesawat tempur Dassault Rafale juga dinilai memberikan peningkatan kemampuan bagi Len dalam bidang interoperabilitas komunikasi dan data link melalui program training offset Rafale.
Sebelumnya, kemampuan Link ID milik Len difokuskan untuk komunikasi antar kapal perang dan pesawat surveillance. Namun ke depan, teknologi tersebut akan dikembangkan agar mampu mendukung komunikasi data link antar pesawat tempur sehingga memperkuat integrasi sistem pertahanan udara nasional secara menyeluruh.
Selain Radar GCI dan Rafale, agenda penyerahan alutsista strategis nasional tersebut juga mencakup sejumlah platform pertahanan modern lainnya seperti Airbus A400M Atlas MRTT, Dassault Falcon 8X, rudal Meteor, serta AASM Hammer guna memperkuat kesiapan operasional TNI menghadapi dinamika ancaman global di masa depan.(asy*)









