Remaja 15 Tahun Hilang Terseret Arus Sungai Batang Merangin (Bangko)

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang remaja bernama Fakih (15), warga Desa Pulau Rengas, Kecamatan Bangko Barat, Kabupaten Merangin, dilaporkan hilang setelah terseret arus deras Sungai Batang Merangin (Bangko), Jumat (22/5) sekitar pukul 16.15 WIB.

Seorang remaja bernama Fakih (15), warga Desa Pulau Rengas, Kecamatan Bangko Barat, Kabupaten Merangin, dilaporkan hilang setelah terseret arus deras Sungai Batang Merangin (Bangko), Jumat (22/5) sekitar pukul 16.15 WIB.

Merangin, jentik.id – Seorang remaja bernama Fakih (15), warga Desa Pulau Rengas, Kecamatan Bangko Barat, Kabupaten Merangin, dilaporkan hilang setelah terseret arus deras Sungai Batang Merangin (Bangko), Jumat (22/5) sekitar pukul 16.15 WIB.

Peristiwa tersebut kini ditangani tim SAR gabungan yang terdiri dari Pos SAR Bungo, BPBD Kabupaten Merangin, TNI, Polri, tenaga kesehatan, serta dibantu masyarakat setempat.

Informasi yang dihimpun dari BPBD Merangin menyebutkan, kejadian bermula saat korban tengah mandi di sungai bersama sejumlah rekannya. Namun secara tiba-tiba arus sungai membesar dan menjadi deras hingga menyeret tubuh korban.

Warga yang berada di lokasi sempat berupaya memberikan pertolongan dan melakukan pencarian menggunakan peralatan seadanya dengan menyisir pinggiran sungai.

Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh  Absensi Manual Tutup Celah Kelemahan  Elektronik Juga  Terima Besar Kecil  TPP.

Namun hingga malam hari korban belum berhasil ditemukan dan dinyatakan hilang tenggelam.

Kepala BPBD Merangin melalui petugas lapangan Raden mengatakan, laporan kejadian diterima Pos SAR Bungo sekitar pukul 17.15 WIB, menerima laporan tersebut tim SAR langsung bergerak menuju lokasi kejadian di Desa Pulau Rengas, Kecamatan Bangko Barat.

“Jarak tempuh dari Pos SAR Bungo ke lokasi sekitar 78,5 kilometer dengan waktu perjalanan kurang lebih dua jam,” ujarnya.

Setibanya di lokasi, tim memutuskan menunda pencarian karena kondisi tidak memungkinkan. Selain hari sudah gelap, hujan gerimus ditambah arus Sungai Batang Merangin juga cukup deras sehingga membahayakan proses evakuasi.

Baca Juga :  Profesor dan Akademisi Bahas Strategi Pembangunan Daerah dalam Diskusi " Rabuan Roadshow " Di Sungai Penuh

Pencarian kembali dilanjutkan pada Sabtu (23/5) pagi. Tim SAR gabungan yang terdiri dari tujuh personel Rescue Pos SAR Bungo, enam personel BPBD Merangin, serta masyarakat setempat menggelar briefing pada pukul 08.00 WIB untuk menentukan strategi operasi pencarian.

Dengan menggunakan perahu karet, tim kemudian melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai dan titik-titik yang dicurigai menjadi lokasi korban tersangkut. Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.(asy*)

Berita Terkait

SAD Murka, Demo Tagih Janji Bupati M. Syukur Berujung Ricuh di Kantor Bupati Merangin
Komitmen Pemkab Merangin Wujudkan Kesejahteraan Warga SAD Kembali Salurkan Bantuan
Sungai Meluap Tengah Malam, 409 Rumah Warga Merangin Terendam dan Jembatan Putus
Pererat Silaturahmi, Wali Kota Sungai Penuh Hadiri Halal Bihalal Gubernur Jambi
Resmikan Pasar Bedug Ramadan, Bupati M. Syukur Dorong Ekonomi Rakyat
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:17 WIB

Remaja 15 Tahun Hilang Terseret Arus Sungai Batang Merangin (Bangko)

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:21 WIB

SAD Murka, Demo Tagih Janji Bupati M. Syukur Berujung Ricuh di Kantor Bupati Merangin

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:23 WIB

Komitmen Pemkab Merangin Wujudkan Kesejahteraan Warga SAD Kembali Salurkan Bantuan

Senin, 27 April 2026 - 10:00 WIB

Sungai Meluap Tengah Malam, 409 Rumah Warga Merangin Terendam dan Jembatan Putus

Selasa, 24 Maret 2026 - 20:00 WIB

Pererat Silaturahmi, Wali Kota Sungai Penuh Hadiri Halal Bihalal Gubernur Jambi

Berita Terbaru

Petani berharap langkah cepat pemerintah mampu mengembalikan stabilitas harga sawit sehingga pendapatan mereka kembali normal dan keberlangsungan usaha perkebunan rakyat tetap terjaga. Di tengah tingginya biaya produksi, pemulihan harga TBS menjadi kebutuhan mendesak agar petani tidak terus menanggung kerugian yang semakin besar

Uncategorized

Anjloknya Harga TBS Sawit, Petani Terguncang dan Terancam Merugi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:30 WIB