Gempa Terdasat Korban Tewas Baru Ditemukan 1.430 Orang, Sekitar 70.000 Warga Masih Dinyatakan Hilang

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban Gempa Guncang Venezuela baru ditemukan Minggu (28/6) 1.430 orang meninggal dunia dan 70.000 orang masih dinyatakan hilang.

Korban Gempa Guncang Venezuela baru ditemukan Minggu (28/6) 1.430 orang meninggal dunia dan 70.000 orang masih dinyatakan hilang.

Venezuela, jentik.id – Jumlah korban jiwa akibat gempa kembar yang mengguncang Venezuela terus meningkat. Hingga Minggu (28/6/2026), pemerintah Venezuela melaporkan sedikitnya 1.430 orang meninggal dunia, sekitar 4.150 orang mengalami luka-luka, sementara hampir 70.000 orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.

Korban tewas sebagian besar ditemukan di bawah reruntuhan bangunan yang roboh akibat dua gempa bumi dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5 yang mengguncang negara itu pada Rabu (24/6).

Bencana tersebut menyebabkan kerusakan sangat luas pada kawasan permukiman, fasilitas umum, rumah sakit, hingga bandara utama Venezuela. Salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah adalah Negara Bagian La Guaira, di mana ribuan bangunan dilaporkan rusak berat maupun rata dengan tanah.

Baca Juga :  Tim SAR Dan Relawan Berpacu dengan Waktu Evakuasi Korban Gempa Venezuela, Hari Ke Enam Korban Tewas Capai 1.450 Orang

Pemerintah Venezuela memperkirakan masih banyak korban yang terjebak di bawah puing-puing bangunan. Tim penyelamat yang dibantu personel militer, relawan, dan warga setempat terus melakukan operasi pencarian meski menghadapi keterbatasan alat berat serta medan yang sulit dijangkau.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut peristiwa tersebut merupakan fenomena doublet earthquake atau gempa kembar, yakni dua gempa besar yang terjadi dalam selang waktu sangat singkat sehingga memicu kerusakan yang jauh lebih luas dibandingkan gempa tunggal.

Sementara itu, dua hari setelah bencana, warga di sejumlah wilayah terdampak mulai mengeluhkan lambatnya distribusi bantuan kemanusiaan. Berdasarkan laporan AFP dan Reuters, daerah dengan tingkat kerusakan paling parah, termasuk La Guaira, masih mengalami kekurangan alat berat, tenaga penyelamat, serta kebutuhan logistik.

Baca Juga :  Kenangan Sosok AKP Veri Prasetyawan di Mata Jurnalis Kerinci Dan Sungai Penuh

Di sejumlah lokasi, warga bersama relawan terpaksa membongkar reruntuhan bangunan menggunakan tangan kosong untuk mencari korban yang diduga masih tertimbun karena bantuan resmi belum menjangkau seluruh wilayah terdampak.

Situasi semakin berat setelah gempa susulan berkekuatan Magnitudo 4,9 mengguncang Venezuela pada Jumat (26/6) sore. Getaran gempa dirasakan hingga Caracas dan Maracay, memicu kepanikan warga sekaligus menghambat proses evakuasi yang sedang berlangsung.

Pemerintah Venezuela terus mengerahkan personel penyelamat, militer, serta bantuan kemanusiaan ke berbagai daerah terdampak. Namun, besarnya skala kerusakan membuat proses pencarian korban, evakuasi, dan pemulihan diperkirakan masih akan berlangsung selama beberapa hari ke depan.(asy*)

Berita Terkait

Operasi SAR Memasuki Radius Zona Rawan Anak Gunung Krakatau, Cari Lima Jurnalis Yang Hilang.
Satu Keluarga Luka Bakar Serius Akibat Ledakan Tabung Gas di Kerinci
Kenangan Sosok AKP Veri Prasetyawan di Mata Jurnalis Kerinci Dan Sungai Penuh
Fenomena El Niño Picu Kemarau Panjang, BMKG Ingatkan Lonjakan Suhu Udara dan Risiko Kekeringan
WNI Diduga Disandera Di Myanmar, Pelaku Minta Tebusan Rp200 Juta
3.342 Orang Tewas dan 16.700 Terluka, Korban Gempa Dahsyat Venezuela
Terjadi Kecelakaan di Ruas Jalan Nasional Sungai Penuh–Tapan, Empat Penumpang Jadi Korban, Satu Kritis
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Bertambah Jadi 1.943 Jiwa
Berita ini 97 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 13:30 WIB

Operasi SAR Memasuki Radius Zona Rawan Anak Gunung Krakatau, Cari Lima Jurnalis Yang Hilang.

Rabu, 9 September 2026 - 20:41 WIB

Satu Keluarga Luka Bakar Serius Akibat Ledakan Tabung Gas di Kerinci

Rabu, 2 September 2026 - 01:03 WIB

Kenangan Sosok AKP Veri Prasetyawan di Mata Jurnalis Kerinci Dan Sungai Penuh

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:57 WIB

Fenomena El Niño Picu Kemarau Panjang, BMKG Ingatkan Lonjakan Suhu Udara dan Risiko Kekeringan

Minggu, 19 Juli 2026 - 06:46 WIB

WNI Diduga Disandera Di Myanmar, Pelaku Minta Tebusan Rp200 Juta

Berita Terbaru

Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi. Lahirlah atlet tembak nasional

Sport

TNI AU Gelar Kompotisi Tembak Di Ikuti 800 Peserta 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:36 WIB