Venezuela, jentik.id – Jumlah korban jiwa akibat gempa kembar yang mengguncang Venezuela terus meningkat. Hingga Minggu (28/6/2026), pemerintah Venezuela melaporkan sedikitnya 1.430 orang meninggal dunia, sekitar 4.150 orang mengalami luka-luka, sementara hampir 70.000 orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.
Korban tewas sebagian besar ditemukan di bawah reruntuhan bangunan yang roboh akibat dua gempa bumi dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5 yang mengguncang negara itu pada Rabu (24/6).
Bencana tersebut menyebabkan kerusakan sangat luas pada kawasan permukiman, fasilitas umum, rumah sakit, hingga bandara utama Venezuela. Salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah adalah Negara Bagian La Guaira, di mana ribuan bangunan dilaporkan rusak berat maupun rata dengan tanah.
Pemerintah Venezuela memperkirakan masih banyak korban yang terjebak di bawah puing-puing bangunan. Tim penyelamat yang dibantu personel militer, relawan, dan warga setempat terus melakukan operasi pencarian meski menghadapi keterbatasan alat berat serta medan yang sulit dijangkau.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut peristiwa tersebut merupakan fenomena doublet earthquake atau gempa kembar, yakni dua gempa besar yang terjadi dalam selang waktu sangat singkat sehingga memicu kerusakan yang jauh lebih luas dibandingkan gempa tunggal.
Sementara itu, dua hari setelah bencana, warga di sejumlah wilayah terdampak mulai mengeluhkan lambatnya distribusi bantuan kemanusiaan. Berdasarkan laporan AFP dan Reuters, daerah dengan tingkat kerusakan paling parah, termasuk La Guaira, masih mengalami kekurangan alat berat, tenaga penyelamat, serta kebutuhan logistik.
Di sejumlah lokasi, warga bersama relawan terpaksa membongkar reruntuhan bangunan menggunakan tangan kosong untuk mencari korban yang diduga masih tertimbun karena bantuan resmi belum menjangkau seluruh wilayah terdampak.
Situasi semakin berat setelah gempa susulan berkekuatan Magnitudo 4,9 mengguncang Venezuela pada Jumat (26/6) sore. Getaran gempa dirasakan hingga Caracas dan Maracay, memicu kepanikan warga sekaligus menghambat proses evakuasi yang sedang berlangsung.
Pemerintah Venezuela terus mengerahkan personel penyelamat, militer, serta bantuan kemanusiaan ke berbagai daerah terdampak. Namun, besarnya skala kerusakan membuat proses pencarian korban, evakuasi, dan pemulihan diperkirakan masih akan berlangsung selama beberapa hari ke depan.(asy*)









