Korban Gempa Kembar Venezuela Bertambah Jadi 920 Tewas, 3.360 Luka-Luka, Dinyatakan 5.000 orang Hilang

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR dan relawan terus mencari dan menyelamatkan  korban direruntuhan bangunan, otoritas Venezuale melaporkan 920 orang  ditemukan tewas dan 3.360 orang luka, diperkirakan 5.000 orang masih dinyatakan hilang.

Tim SAR dan relawan terus mencari dan menyelamatkan korban direruntuhan bangunan, otoritas Venezuale melaporkan 920 orang ditemukan tewas dan 3.360 orang luka, diperkirakan 5.000 orang masih dinyatakan hilang.

Venezuela, jentik.id – Jumlah korban jiwa akibat gempa kembar yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Hingga Sabtu (27/6/2026), pemerintah Venezuela melaporkan sedikitnya 920 orang meninggal dunia, 3.360 orang mengalami luka-luka,ementara sekitar 5.000 orang masih dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian.

Korban tewas ditemukan di bawah reruntuhan bangunan yang ambruk akibat dua gempa bumi dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5 yang mengguncang negara itu pada Rabu (24/6).

Bencana tersebut menyebabkan kerusakan luas pada permukiman, fasilitas umum, hingga bandara utama Venezuela.

Berdasarkan data pemerintah Venezuela, sedikitnya 172 orang diyakini masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Baca Juga :  72.783 Anak dan Wanita Tewas dalam Agresi Israel di Jalur Gaza

Tim penyelamat bersama relawan terus melakukan operasi pencarian, meski menghadapi keterbatasan alat berat dan medan yang sulit.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut dua gempa tersebut merupakan fenomena “doublet earthquake” atau gempa kembar, yakni dua gempa besar yang terjadi dalam selang waktu singkat dan memicu kerusakan yang jauh lebih luas.

Dua hari setelah bencana, warga di sejumlah wilayah terdampak mulai mengeluhkan lambannya distribusi bantuan.

Seperti dilaporkan AFP dan Reuters, kawasan yang mengalami kerusakan paling parah, termasuk negara bagian La Guaira, masih kekurangan alat berat dan personel penyelamat.

Baca Juga :  Venezuela Menetapkan Status Darurat Korban Jiwa  Diperkirakan Mencapai Ribuan Orang

Di sejumlah lokasi, warga bersama relawan terpaksa membongkar puing-puing bangunan dengan tangan kosong untuk mencari korban yang diduga masih tertimbun, karena bantuan resmi belum menjangkau seluruh wilayah terdampak.

Situasi semakin diperburuk dengan terjadinya gempa susulan berkekuatan Magnitudo 4,9 pada Jumat (26/6) sore yang dirasakan hingga Caracas dan Maracay.

Gempa susulan tersebut memicu kepanikan warga dan menghambat proses evakuasi.
Pemerintah Venezuela terus mengerahkan personel penyelamat, militer, serta bantuan kemanusiaan ke wilayah-wilayah terdampak.

Namun, besarnya skala kerusakan membuat proses evakuasi dan pencarian korban diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.(asy*).

Berita Terkait

Operasi SAR Memasuki Radius Zona Rawan Anak Gunung Krakatau, Cari Lima Jurnalis Yang Hilang.
Satu Keluarga Luka Bakar Serius Akibat Ledakan Tabung Gas di Kerinci
Kenangan Sosok AKP Veri Prasetyawan di Mata Jurnalis Kerinci Dan Sungai Penuh
Fenomena El Niño Picu Kemarau Panjang, BMKG Ingatkan Lonjakan Suhu Udara dan Risiko Kekeringan
WNI Diduga Disandera Di Myanmar, Pelaku Minta Tebusan Rp200 Juta
3.342 Orang Tewas dan 16.700 Terluka, Korban Gempa Dahsyat Venezuela
Terjadi Kecelakaan di Ruas Jalan Nasional Sungai Penuh–Tapan, Empat Penumpang Jadi Korban, Satu Kritis
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Bertambah Jadi 1.943 Jiwa
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 13:30 WIB

Operasi SAR Memasuki Radius Zona Rawan Anak Gunung Krakatau, Cari Lima Jurnalis Yang Hilang.

Rabu, 9 September 2026 - 20:41 WIB

Satu Keluarga Luka Bakar Serius Akibat Ledakan Tabung Gas di Kerinci

Rabu, 2 September 2026 - 01:03 WIB

Kenangan Sosok AKP Veri Prasetyawan di Mata Jurnalis Kerinci Dan Sungai Penuh

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:57 WIB

Fenomena El Niño Picu Kemarau Panjang, BMKG Ingatkan Lonjakan Suhu Udara dan Risiko Kekeringan

Minggu, 19 Juli 2026 - 06:46 WIB

WNI Diduga Disandera Di Myanmar, Pelaku Minta Tebusan Rp200 Juta

Berita Terbaru

Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi. Lahirlah atlet tembak nasional

Sport

TNI AU Gelar Kompotisi Tembak Di Ikuti 800 Peserta 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:36 WIB