Venezuela, jentik.id – Jumlah korban jiwa akibat gempa kembar yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Hingga Sabtu (27/6/2026), pemerintah Venezuela melaporkan sedikitnya 920 orang meninggal dunia, 3.360 orang mengalami luka-luka,ementara sekitar 5.000 orang masih dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian.
Korban tewas ditemukan di bawah reruntuhan bangunan yang ambruk akibat dua gempa bumi dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5 yang mengguncang negara itu pada Rabu (24/6).
Bencana tersebut menyebabkan kerusakan luas pada permukiman, fasilitas umum, hingga bandara utama Venezuela.
Berdasarkan data pemerintah Venezuela, sedikitnya 172 orang diyakini masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Tim penyelamat bersama relawan terus melakukan operasi pencarian, meski menghadapi keterbatasan alat berat dan medan yang sulit.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut dua gempa tersebut merupakan fenomena “doublet earthquake” atau gempa kembar, yakni dua gempa besar yang terjadi dalam selang waktu singkat dan memicu kerusakan yang jauh lebih luas.
Dua hari setelah bencana, warga di sejumlah wilayah terdampak mulai mengeluhkan lambannya distribusi bantuan.
Seperti dilaporkan AFP dan Reuters, kawasan yang mengalami kerusakan paling parah, termasuk negara bagian La Guaira, masih kekurangan alat berat dan personel penyelamat.
Di sejumlah lokasi, warga bersama relawan terpaksa membongkar puing-puing bangunan dengan tangan kosong untuk mencari korban yang diduga masih tertimbun, karena bantuan resmi belum menjangkau seluruh wilayah terdampak.
Situasi semakin diperburuk dengan terjadinya gempa susulan berkekuatan Magnitudo 4,9 pada Jumat (26/6) sore yang dirasakan hingga Caracas dan Maracay.
Gempa susulan tersebut memicu kepanikan warga dan menghambat proses evakuasi.
Pemerintah Venezuela terus mengerahkan personel penyelamat, militer, serta bantuan kemanusiaan ke wilayah-wilayah terdampak.
Namun, besarnya skala kerusakan membuat proses evakuasi dan pencarian korban diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.(asy*).









