Venezuela, jentik.id – Tim SAR gabungan bersama ribuan relawan dari berbagai negara terus berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi korban gempa bumi berkekuatan besar yang mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6/2026). Upaya pencarian difokuskan pada bangunan-bangunan yang runtuh, dengan harapan masih ada korban yang dapat diselamatkan dari balik puing-puing bangunan yang runtuh.
Memasuki hari keenam pascabencana, Senin (29/6/2026), jumlah korban jiwa terus bertambah. Data terbaru menunjukkan sedikitnya 1.450 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara sekitar 3.150 orang mengalami luka-luka, dengan sebagian korban masih berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif.
Dalam pidato yang disiarkan televisi nasional pada Minggu (28/6/2026), Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez, menyatakan bahwa negaranya sedang memasuki fase paling menentukan dalam operasi penyelamatan.
“Saat ini kita berada dalam jam-jam kritis, jam-jam krusial, untuk terus menyelamatkan nyawa masyarakat,” ujar Rodríguez, seperti dikutip CNN.
Rodríguez mengungkapkan, hingga saat ini sebanyak 12.721 warga terpaksa mengungsi akibat gempa.
Selain itu, 774 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga roboh, termasuk sejumlah rumah sakit dan fasilitas pelayanan publik yang menjadi penopang utama penanganan korban.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada komunitas internasional yang telah memberikan bantuan kemanusiaan. Hingga kini, sedikitnya 2.624 personel penyelamat dari berbagai negara telah diterjunkan ke Venezuela, didukung 137 anjing pelacak (K9) untuk mempercepat pencarian korban yang masih tertimbun reruntuhan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, mengumumkan pembentukan komisi kepresidenan khusus yang bertugas mengevaluasi kondisi rumah warga, gedung publik, serta infrastruktur yang rusak akibat gempa.
Pemerintah Venezuela juga memperpanjang penutupan seluruh sekolah selama satu pekan ke depan demi menjamin keselamatan masyarakat sekaligus mempermudah proses penanganan darurat.
Di sisi lain, gelombang solidaritas internasional terus mengalir. Sejumlah negara di kawasan Amerika Latin mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa personel penyelamat, tenaga medis, logistik, obat-obatan, serta kebutuhan pokok guna meringankan beban para korban bencana.
Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung. Otoritas Venezuela memperkirakan jumlah korban masih berpotensi bertambah mengingat banyak wilayah terdampak yang hingga kini belum sepenuhnya berhasil dijangkau oleh tim penyelamat. (asy*)









