Jambi, jentik.id – Kementerian Haji dan Umrah menetapkan jadwal kepulangan jemaah haji 2026 ke Indonesia mulai 1 Juni 2026. Jemaah asal Jambi ikut dalam rombongan kepulangan bertahap ini.
Saat ini, jemaah haji masih menjalani rangkaian akhir ibadah di Mina pada periode hari Tasyrik 28–30 Mei 2026. Seluruh jemaah Indonesia sudah bergerak dari Arafah ke Muzdalifah, kemudian melanjutkan perjalanan ke Mina untuk melaksanakan mabit dan lontar jumrah.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, menjelaskan bahwa seluruh pergerakan jemaah berlangsung lancar sesuai rencana operasional.
“Pergerakan dari Arafah ke Muzdalifah dan Mina berjalan sesuai jadwal. Selain itu, Muzdalifah sudah steril setelah proses perpindahan jemaah selesai,” ujarnya di Jakarta.
Petugas haji tetap mendampingi jemaah di Mina, terutama saat pelaksanaan mabit dan lontar jumrah. Selain itu, Kemenhaj mengingatkan jemaah untuk mematuhi jadwal ibadah yang sudah ditetapkan.
Pemerintah juga mengimbau jemaah agar tidak memaksakan diri saat lontar jumrah pada siang hari. Sebab, suhu di Mina dapat mencapai 41 derajat Celsius dan berisiko bagi jemaah lansia maupun yang memiliki kondisi kesehatan rentan.
Oleh karena itu, Maria meminta jemaah menghindari waktu lontar pada pukul 10.00 hingga 14.00 waktu Arab Saudi.
“Kami mengimbau jemaah Indonesia tidak melontar pada jam panas. Sebaiknya jemaah tetap berada di tenda dan mengikuti arahan petugas,” katanya.
Selanjutnya, pemerintah menetapkan kepulangan jemaah haji Indonesia dilakukan secara bertahap sebagai berikut:
- 1 Juni 2026: Awal pemulangan Gelombang I ke Indonesia
- 15 Juni 2026: Akhir Gelombang I dari Jeddah
- 16 Juni 2026: Awal kepulangan Gelombang I dari Madinah dan kedatangan Gelombang II
- 21 Juni 2026: Pergerakan Gelombang II dari Makkah ke Madinah
- 30 Juni 2026: Akhir pemulangan Gelombang II
- 1 Juli 2026: Akhir kedatangan Gelombang II di Indonesia
Dengan demikian, seluruh jemaah haji Indonesia diperkirakan kembali ke Tanah Air secara penuh pada awal Juli 2026. (nr*)









