JK Kepercayaan Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi, Peran Negara Kian Besar

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, menilai perubahan lanskap ekonomi global saat ini ditandai dengan semakin besarnya peran negara dalam aktivitas ekonomi. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi tetap bergantung pada kemampuan sektor swasta dan masyarakat dalam menciptakan investasi serta lapangan kerja.

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, menilai perubahan lanskap ekonomi global saat ini ditandai dengan semakin besarnya peran negara dalam aktivitas ekonomi. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi tetap bergantung pada kemampuan sektor swasta dan masyarakat dalam menciptakan investasi serta lapangan kerja.

Jakarta, jentik.id – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, menilai perubahan lanskap ekonomi global saat ini ditandai dengan semakin besarnya peran negara dalam aktivitas ekonomi. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi tetap bergantung pada kemampuan sektor swasta dan masyarakat dalam menciptakan investasi serta lapangan kerja.

Hal tersebut disampaikan JK saat menjadi pembicara dalam forum Amartha Asia Grassroots Forum di Jakarta, Kamis (4/6).

Menurut JK, pemerintah dan pelaku usaha harus berjalan beriringan untuk menjaga keseimbangan pembangunan ekonomi. Pemerintah berperan menciptakan kebijakan yang mendukung iklim usaha, sementara sektor swasta menjadi motor utama kegiatan ekonomi produktif.

“Sekarang ekonomi di Indonesia dan di dunia ini menjadi ekonomi yang lebih banyak melibatkan peran negara. Orang menyarankan bahwa peran pemerintah lebih besar dibanding sebelumnya,” ujar JK.

Ia menegaskan bahwa penciptaan lapangan kerja dalam skala besar lebih banyak dilakukan oleh kalangan pengusaha melalui investasi dan aktivitas ekonomi.

Baca Juga :  Bahlil Tegaskan Harga BBM dan LPG Subsidi Tetap, Tak Ada Kenaikan

“Pemerintah hanya memberikan pekerjaan kepada sekitar empat juta orang. Yang memberikan lapangan kerja kepada hampir seluruh masyarakat justru para pengusaha yang membuat kegiatan ekonomi dan investasi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, JK juga menekankan pentingnya penguatan kewirausahaan di kalangan generasi muda. Menurutnya, berbagai fasilitas pembiayaan yang telah disediakan pemerintah, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), perlu dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong lahirnya pelaku usaha baru.

Namun, ia menegaskan bahwa modal utama dalam membangun usaha bukanlah dana, melainkan kemampuan menghadirkan inovasi dan gagasan yang kreatif.

“Kalau ingin berusaha, modal yang pertama adalah inovasi, kreativitas, dan ide. Itu yang nomor satu. Yang kedua baru modal,” ujarnya.

JK juga mendorong generasi muda untuk memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau AI, guna meningkatkan produktivitas dan menciptakan peluang usaha baru.

Baca Juga :  Ringgit Menguat, Warga Malaysia Serbu Nunukan! Kunjungan Meledak Tajam

Menurutnya, penguasaan teknologi menjadi faktor penting agar Indonesia tidak hanya bergantung pada sumber daya alam sebagai penopang ekonomi.

“Jangan hanya tergantung kepada sumber daya alam. Bagaimana kita membangun kemampuan teknologi sendiri. Dengan kemauan dan keberanian, itu bisa dilakukan,” katanya.

Selain kreativitas dan inovasi, JK menilai kepercayaan (trust) merupakan fondasi utama dalam dunia usaha. Kepercayaan, menurutnya, menjadi modal penting bagi pelaku usaha untuk memperoleh dukungan dari masyarakat, mitra bisnis, maupun lembaga keuangan.

“Seorang pengusaha modalnya adalah kepercayaan. Begitu Anda tidak punya kepercayaan, orang tidak akan percaya kepada Anda,” tegas JK.

Ia menambahkan, kombinasi kreativitas, penguasaan teknologi, keberanian mengambil risiko, serta integritas akan menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing generasi muda dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.(asy*).

Berita Terkait

DPRD Sungai Penuh Sidak SPBU Playang Raya, Soroti Dugaan Pungutan Liar Nomor Antrian Isi BBM
Wali Kota Alfin Resmikan Gen Auto Care Anak Perusahaann, PT Tren Gen Hurizon
Inflasi AS Belum Jinak, Pejabat The Fed Dorong Kenaikan Suku Bunga
Purbaya Sebut PFII Belum Mendesak Dibangun di IKN karena Kawasan Masih Sepi
Harga BBM Nonsubsidi Resmi Turun di Seluruh Indonesia Pertamax Turbo hingga Dexlite
KPK Lelang Aset Rampasan 25 Kasus Korupsi, Rp39,8 Miliar Disetor ke Kas Negara
Harga Minyak Dunia Turun, Pertamina Siapkan Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Mulai Juli 2026
7.000 Pekerja Terancam PHK, Dua Perusahaan Komponen Otomotif Jepang Berencana Pindahkan Produksi ke Vietnam
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 18:11 WIB

DPRD Sungai Penuh Sidak SPBU Playang Raya, Soroti Dugaan Pungutan Liar Nomor Antrian Isi BBM

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:16 WIB

Wali Kota Alfin Resmikan Gen Auto Care Anak Perusahaann, PT Tren Gen Hurizon

Senin, 20 Juli 2026 - 14:43 WIB

Inflasi AS Belum Jinak, Pejabat The Fed Dorong Kenaikan Suku Bunga

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:40 WIB

Purbaya Sebut PFII Belum Mendesak Dibangun di IKN karena Kawasan Masih Sepi

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:48 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Resmi Turun di Seluruh Indonesia Pertamax Turbo hingga Dexlite

Berita Terbaru