KERINCI, jentik.id– Di tengah imbauan pemerintah untuk menekan pengeluaran daerah, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Kerinci tetap berangkat ke Yogyakarta untuk perjalanan dinas.
Rombongan ini terdiri dari anggota dewan, staf sekretariat, serta ikut membawa Persatuan Istri Anggota DPRD (PIAD). Keberangkatan tersebut langsung memicu sorotan masyarakat.
Warga menilai langkah tersebut tidak sejalan dengan kondisi saat ini. Pemerintah daerah terus diminta menerapkan efisiensi anggaran, sementara masyarakat juga merasakan tekanan ekonomi. Karena itu, publik mempertanyakan tujuan serta manfaat nyata dari perjalanan tersebut.
Sejumlah warga juga meminta pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk program yang memberi dampak langsung. Mereka menolak penggunaan anggaran untuk kegiatan seremonial di luar daerah yang dinilai kurang mendesak.
Aktivis Kerinci, Joel, ikut menyoroti hal ini. Ia meminta DPRD dan pemerintah membuka informasi secara transparan kepada publik.
“Di tengah efisiensi anggaran, masyarakat ingin tahu tujuan, manfaat, dan hasil nyata dari kunjungan kerja ini,” kata Joel.
Ia menegaskan keterbukaan informasi penting agar tidak muncul dugaan negatif di tengah masyarakat. Menurutnya, setiap perjalanan dinas harus memiliki hasil yang jelas dan terukur.
Sementara itu, DPRD sering menyebut kunjungan kerja atau studi banding sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan mencari inovasi untuk daerah.
Namun, publik menilai agenda seperti ini perlu lebih selektif, terutama saat pemerintah mendorong penghematan anggaran.









