Trump Pamer Jet Kepresidenan dari Qatar, Nilainya Tembus Rp 7,13 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden AS Donald Trump memberi isyarat saat ia meninjau pesawat VC-25B yang dihadiahkan oleh Qatar yang akan digunakan sebagai Air Force One, di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, AS, Jumat (19/6/2026). Foto: Elizabeth Frantz/REUTERS

Presiden AS Donald Trump memberi isyarat saat ia meninjau pesawat VC-25B yang dihadiahkan oleh Qatar yang akan digunakan sebagai Air Force One, di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, AS, Jumat (19/6/2026). Foto: Elizabeth Frantz/REUTERS

Amerika Serikat, jentik.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memamerkan pesawat kepresidenan Air Force One baru di Joint Base Andrews, Maryland, AS. Ia meninjau langsung Boeing 747 yang Qatar berikan dengan nilai sekitar USD 400 juta atau Rp 7,13 triliun.

Trump menyebut pesawat itu sebagai simbol modernisasi armada kepresidenan AS. Pemerintah Amerika Serikat kemudian memasukkan pesawat tersebut ke dalam armada Air Force One.

Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menyatakan Menteri Pertahanan AS menerima pesawat itu sesuai aturan dan regulasi federal.

Nilai hadiah besar itu memicu kritik karena aturan federal AS hanya mengizinkan pejabat menerima hadiah maksimal USD 50 per tahun dari satu sumber. Trump membalas kritik tersebut dan menyebut penolakan hadiah itu sebagai tindakan “bodoh”. Ia juga memuji Emir Qatar sebagai pemimpin yang luar biasa.

Baca Juga :  Sekolah Dasar Perempuan di Iran Diserang, 108 Orang Tewas

Trump menjelaskan pesawat VC-25B akan berfungsi sebagai Air Force One sementara. Ia menilai AS perlu memperbarui armada agar tidak tertinggal dari negara lain yang sudah memakai pesawat lebih modern.

Ia juga menyoroti Air Force One lama VC-25A yang sudah beroperasi sejak 1990 dan dianggap mulai usang.

Meski Qatar memberikan pesawat tersebut, pemerintah AS tetap mengeluarkan biaya sekitar USD 1 miliar atau Rp 17 triliun untuk modifikasi. Kritik muncul karena biaya itu dinilai dapat mengganggu anggaran modernisasi militer, termasuk program rudal balistik antarbenua (ICBM) Sentinel.

Baca Juga :  Macron Angkat Suara: Tanpa Kerja Sama AS–Iran, Selat Hormuz Tak Akan Terbuka

VC-25B akan beroperasi sebagai pesawat interim sebelum dua unit Air Force One baru dikirim pada 2027 dan 2028. Nilai proyek pengadaan pesawat baru itu juga naik dari USD 3,7 miliar menjadi USD 5 miliar.

Air Force One lama VC-25A masih tetap beroperasi bersama pesawat baru hingga Amerika Serikat menyelesaikan penggantian penuh. Pesawat VC-25B juga tampil dengan livery berbeda yang menyerupai pesawat pribadi Trump, tidak lagi memakai desain biru-putih klasik. (nr*)

Berita Terkait

11 WNI Ditangkap Polisi Taiwan Usai Terlibat Tawuran di Stasiun Taichung
Ribuan Ikan Mati di AS, Gelombang Panas Ekstrem Ancam Ekosistem Perairan
Efek Damai AS-Iran! Harga Minyak Ambruk, Batu Bara dan CPO Ikut Terseret.
Babak Baru Timur Tengah! Trump Klaim AS dan Iran Segera Teken Kesepakatan Damai”
Iran Tutup Selat Hormuz, Ketegangan dengan AS Kian Memanas
Tren Umrah Plus: Ibadah Suci yang Kini Menyatu dengan Wisata Global
Konflik Bersenjata Pecah di Somalia, Presiden Tolak Lengser dan Picu Krisis Politik
Resmi Dimulai! Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia Tinggalkan Arab Saudi.
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:58 WIB

Trump Pamer Jet Kepresidenan dari Qatar, Nilainya Tembus Rp 7,13 Triliun

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:43 WIB

11 WNI Ditangkap Polisi Taiwan Usai Terlibat Tawuran di Stasiun Taichung

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:30 WIB

Ribuan Ikan Mati di AS, Gelombang Panas Ekstrem Ancam Ekosistem Perairan

Senin, 15 Juni 2026 - 18:44 WIB

Efek Damai AS-Iran! Harga Minyak Ambruk, Batu Bara dan CPO Ikut Terseret.

Senin, 15 Juni 2026 - 08:44 WIB

Babak Baru Timur Tengah! Trump Klaim AS dan Iran Segera Teken Kesepakatan Damai”

Berita Terbaru