Amerika Serikat, jentik.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memamerkan pesawat kepresidenan Air Force One baru di Joint Base Andrews, Maryland, AS. Ia meninjau langsung Boeing 747 yang Qatar berikan dengan nilai sekitar USD 400 juta atau Rp 7,13 triliun.
Trump menyebut pesawat itu sebagai simbol modernisasi armada kepresidenan AS. Pemerintah Amerika Serikat kemudian memasukkan pesawat tersebut ke dalam armada Air Force One.
Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menyatakan Menteri Pertahanan AS menerima pesawat itu sesuai aturan dan regulasi federal.
Nilai hadiah besar itu memicu kritik karena aturan federal AS hanya mengizinkan pejabat menerima hadiah maksimal USD 50 per tahun dari satu sumber. Trump membalas kritik tersebut dan menyebut penolakan hadiah itu sebagai tindakan “bodoh”. Ia juga memuji Emir Qatar sebagai pemimpin yang luar biasa.
Trump menjelaskan pesawat VC-25B akan berfungsi sebagai Air Force One sementara. Ia menilai AS perlu memperbarui armada agar tidak tertinggal dari negara lain yang sudah memakai pesawat lebih modern.
Ia juga menyoroti Air Force One lama VC-25A yang sudah beroperasi sejak 1990 dan dianggap mulai usang.
Meski Qatar memberikan pesawat tersebut, pemerintah AS tetap mengeluarkan biaya sekitar USD 1 miliar atau Rp 17 triliun untuk modifikasi. Kritik muncul karena biaya itu dinilai dapat mengganggu anggaran modernisasi militer, termasuk program rudal balistik antarbenua (ICBM) Sentinel.
VC-25B akan beroperasi sebagai pesawat interim sebelum dua unit Air Force One baru dikirim pada 2027 dan 2028. Nilai proyek pengadaan pesawat baru itu juga naik dari USD 3,7 miliar menjadi USD 5 miliar.
Air Force One lama VC-25A masih tetap beroperasi bersama pesawat baru hingga Amerika Serikat menyelesaikan penggantian penuh. Pesawat VC-25B juga tampil dengan livery berbeda yang menyerupai pesawat pribadi Trump, tidak lagi memakai desain biru-putih klasik. (nr*)









