Sungai Penuh, jentik.id – Suasana Reuni Akbar Lintas Generasi Alumni SMP Negeri 2 Sungai Penuh berlangsung meriah dengan digelarnya permainan KIM yang disiapkan panitia sebagai hiburan bagi para peserta, Minggu (12/7), di Gedung Nasional Sungai Penuh.

Ratusan alumni dari berbagai angkatan tampak antusias mengikuti permainan tradisional yang dipadukan dengan musik dan dendang khas Minangkabau serta Kerinci.
Panitia juga menyediakan berbagai hadiah menarik yang semakin menambah semarak suasana reuni.
Ketua Panitia, Yudi Firman, mengatakan permainan KIM sengaja dihadirkan sebagai salah satu rangkaian hiburan dalam Reuni Akbar Lintas Generasi Tahun 2026.
“Permainan KIM dipilih karena mampu menghadirkan suasana penuh kebersamaan, keceriaan, sekaligus mempererat silaturahmi antaralumni,” ujarnya.
Dalam permainan tersebut, penyanyi KIM menyanyikan dendang secara jenaka dan atraktif dengan iringan musik organ. Di sela-sela syair lagu disisipkan angka-angka dua digit yang kemudian dicocokkan oleh para peserta pada lembar angka yang telah dibagikan panitia.
Peserta yang berhasil mencocokkan angka sesuai dengan yang disebutkan dalam syair lagu berhak membawa pulang hadiah yang telah disediakan panitia. Sorak sorai dan gelak tawa pun mewarnai jalannya permainan.
Yudi menjelaskan, permainan KIM merupakan hiburan rakyat yang telah dikenal luas. Menurutnya, permainan tersebut diciptakan oleh Idham Rajo Bintang, salah seorang tokoh pariwisata Sumatera Barat, pada 1968 dan pertama kali diperkenalkan dalam ajang Jakarta Fair tahun yang sama.
Sejak itu, KIM berkembang pesat dan menjadi hiburan favorit masyarakat di berbagai daerah.
Selain permainan KIM, reuni akbar juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antargenerasi alumni SMP Negeri 2 Sungai Penuh yang kini tersebar di berbagai daerah.
Salah seorang alumni angkatan 1977, H. Boy, mengaku bangga melihat antusiasme para alumni yang hadir.
“Reuni tahun ini luar biasa. Ini menjadi momen berharga karena untuk pertama kalinya reuni lintas generasi digelar dalam skala sebesar ini,” katanya.
Hal senada disampaikan Indra Khasuma, yang akrab disapa Chiang. Juga salah seorang pemangku adat Desa Kota Keres Sungai Penuh dan menurutnya, reuni tidak hanya menjadi ajang melepas rindu dengan teman-teman semasa sekolah, tetapi juga memperkuat hubungan kekeluargaan antarsesama alumni.
“Melalui reuni ini, silaturahmi semakin kokoh. Banyak alumni yang kini berada di luar daerah dengan berbagai kesibukan, sehingga kegiatan seperti ini menjadi kesempatan berharga untuk kembali berkumpul,” tuturnya.(asy*)









