Perang AS-Iran Memanas Lagi! Iran Tutup Selat Hormuz dan Gempur Basis Militer AS

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 08:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Social Media via REUTERS/Social Media

Foto: Social Media via REUTERS/Social Media

JAKARTA, jentik.id – Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas setelah kedua negara saling meluncurkan rudal dan drone pada Minggu (12/7/2026). Iran memperluas serangan ke sejumlah fasilitas militer AS di kawasan Teluk. Teheran juga kembali menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi perdagangan energi dunia.

Eskalasi terbaru ini menjadi salah satu bentrokan terbesar dalam beberapa pekan terakhir. Iran terus memperketat pengawasan di Selat Hormuz. Di sisi lain, militer AS meningkatkan operasi untuk menjaga jalur pelayaran internasional tetap terbuka.

Iran juga menyerang Qatar, negara yang selama ini berperan sebagai mediator gencatan senjata. Sementara itu, Uni Emirat Arab (UEA) mengaku berhasil mencegat rudal dan drone Iran melalui sistem pertahanan udaranya.

Sebagai balasan, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) kembali menyerang sejumlah target di Iran pada Minggu sore waktu setempat.

CENTCOM menjelaskan operasi itu bertujuan mengurangi kemampuan Iran untuk mengancam kapal sipil dan kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump menegaskan operasi militer masih berlangsung. Dalam wawancara dengan Reuters, Trump mengatakan pasukan AS terus menekan Iran.

Bandar Abbas Diguncang Ledakan

Media Iran melaporkan rudal menghantam kawasan Bandar Abbas, pelabuhan strategis yang menjadi pusat aktivitas militer Iran di dekat Selat Hormuz. Ledakan juga terdengar hingga Pulau Qeshm.

Baca Juga :  Konflik Iran Picu Kelangkaan BBM, Ratusan SPBU di Australia Lumpuh

Konflik yang terus meningkat memperkecil peluang tercapainya kesepakatan sementara antara Washington dan Teheran. Sebelumnya, kedua negara sempat menyepakati pembukaan kembali Selat Hormuz dan melanjutkan perundingan damai selama 60 hari.

Dalam beberapa hari terakhir, Trump menyatakan gencatan senjata praktis telah berakhir. Meski begitu, ia masih membuka peluang untuk melanjutkan jalur diplomasi.

Serangan udara gabungan AS dan Israel pada Februari lalu memicu konflik yang terus meluas. Ketegangan itu kini mengganggu distribusi minyak dan gas serta mendorong kenaikan harga energi dunia.

Iran Perketat Pengawasan Selat Hormuz

Sebelum perang pecah, sekitar 20 persen pengiriman minyak dan gas alam cair (LNG) dunia melewati Selat Hormuz.

Kini Iran mewajibkan seluruh kapal memperoleh izin sebelum melintasi jalur tersebut. Langkah itu memperketat pengawasan di kawasan strategis tersebut.

Pada Sabtu malam, Iran menutup Selat Hormuz setelah melepaskan tembakan peringatan ke kapal yang disebut melintas tanpa izin. Sehari kemudian, Teheran kembali mengklaim berhasil menghentikan kapal lain.

Situasi keamanan yang memburuk mendorong Qatar meminta seluruh kapal, termasuk kapal wisata dan kapal nelayan, menghentikan aktivitas pelayaran sementara waktu.

Otoritas Selat Teluk Persia bentukan Iran juga menyatakan lalu lintas di Selat Hormuz belum bisa berlangsung hingga kondisi kembali aman.

AS Tegaskan Hormuz Tetap Terbuka

Pemerintah AS menolak klaim Iran yang menyebut Teheran menguasai Selat Hormuz.

Baca Juga :  Efek Konflik AS-Iran! Harga Minyak Tembus USD 100, Pasar Panik

Washington menegaskan pasukannya tetap menjaga kebebasan navigasi internasional. Pemerintah AS juga memastikan kapal masih dapat melintasi rute alternatif di dekat Oman.

CENTCOM mengungkapkan pasukannya menyerang ratusan target militer Iran dalam beberapa hari terakhir. Operasi itu bertujuan melemahkan kemampuan Iran menyerang kapal sipil dan kapal dagang.

Media Iran juga melaporkan ledakan di sejumlah kota pelabuhan. Selain itu, seorang perwira militer Iran dilaporkan tewas.

Iran Balas Serang Basis Militer AS

Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerang sejumlah fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Iran mengklaim berhasil menghantam pusat komando, hanggar drone, radar militer, fasilitas logistik, hingga lokasi pendukung kapal induk AS di Yordania, Kuwait, Oman, dan Qatar.

Qatar melaporkan tiga orang mengalami luka akibat serpihan proyektil. Pemerintah Qatar kemudian menyatakan Iran harus bertanggung jawab penuh atas serangan tersebut.

Bahrain mengaku berhasil mencegat sejumlah rudal Iran. Sementara itu, Yordania dan Oman juga melaporkan serangan rudal maupun drone di wilayah mereka.

Di tengah meningkatnya ketegangan, pejabat senior Iran Mohammad Baqer Qalibaf kembali memperingatkan Washington. Ia meminta AS memenuhi komitmen yang pernah disepakati. Qalibaf juga menegaskan Iran siap menghadapi konsekuensi jika konflik terus berlanjut. (nr*)

Berita Terkait

China Peringatkan AS dan Iran, Keamanan Selat Hormuz Tak Boleh Terganggu
Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Tembus USD 79 per Barel
Kelab Malam di Bangkok Dilalap Api, 27 Tewas dan 22 Korban Berjuang di Ruang Intensif
Kamboja Gerebek Scam Center, 1.100 WNI Ditahan dan 12 Ribu Lebih Ajukan Pemulangan
Kabar Baik! Pemerintah Singapura Cairkan BLT hingga Rp11,8 Juta per Orang
Kapal Tanker LNG Terbakar di Selat Hormuz, Rudal Picu Ketegangan Baru di Timur Tengah
Atlet Kickboxing Asal Jambi Bharada Billy Van Aziz Boston Raih Medali Perak di ISKA Indonesia Open Tournament 2026
Putin Akui Rusia Mulai Kekurangan BBM, Serangan Drone Ukraina Jadi Penyebab
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:29 WIB

China Peringatkan AS dan Iran, Keamanan Selat Hormuz Tak Boleh Terganggu

Senin, 13 Juli 2026 - 16:56 WIB

Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Tembus USD 79 per Barel

Senin, 13 Juli 2026 - 12:07 WIB

Kelab Malam di Bangkok Dilalap Api, 27 Tewas dan 22 Korban Berjuang di Ruang Intensif

Senin, 13 Juli 2026 - 08:55 WIB

Perang AS-Iran Memanas Lagi! Iran Tutup Selat Hormuz dan Gempur Basis Militer AS

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:56 WIB

Kamboja Gerebek Scam Center, 1.100 WNI Ditahan dan 12 Ribu Lebih Ajukan Pemulangan

Berita Terbaru

Aparatur Sipil Negara (ASN) berkesempatan naik pangkat melebihi atasannya.PP bari.

Pemerintahan

Peraturan Baru, ASN Kini Bisa Naik Pangkat Melebihi Atasan

Rabu, 15 Jul 2026 - 18:08 WIB