Sungai Penuh, jentik.id–Wali Kota Sungai Penuh Alfin mulai membuktikan komitmennya menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah dan tidak berbelit. Perubahan itu kini dirasakan masyarakat di RSUD Mayjen H.A. Thalib Sungai Penuh, khususnya dalam pelayanan pasien gawat darurat.
Di Instalasi Gawat Darurat (IGD), pasien yang membutuhkan pertolongan segera langsung mendapat penanganan medis. Petugas tidak meminta keluarga menyelesaikan urusan administrasi terlebih dahulu.
Pasien ditangani lebih dulu, sementara proses administrasi menyusul setelah kondisi pasien mendapat penanganan.
Perubahan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Keluarga pasien menilai pola pelayanan seperti itu memberikan rasa tenang, terutama ketika menghadapi kondisi darurat.
Wali Kota Sungai Penuh Alfin mengatakan pelayanan kesehatan harus menempatkan keselamatan dan kebutuhan pasien sebagai prioritas. Menurutnya, masyarakat yang datang ke rumah sakit dalam kondisi darurat membutuhkan pertolongan cepat, bukan dipersulit oleh prosedur administrasi.
“Kalau masyarakat datang dalam kondisi darurat, yang paling utama adalah pertolongan medis. Jangan sampai pasien harus menunggu karena persoalan administrasi. Tangani dulu pasiennya, setelah itu administrasi bisa diselesaikan,” ujar Alfin.
Alfin juga meminta jajaran RSUD Mayjen H.A. Thalib terus menjaga keramahan dalam melayani masyarakat. Menurutnya, kecepatan pelayanan harus berjalan bersama dengan sikap petugas yang humanis.
“Pelayanan cepat saja belum cukup. Petugas juga harus ramah, memberikan rasa nyaman kepada pasien dan keluarga. Masyarakat harus merasakan bahwa rumah sakit hadir untuk membantu mereka,” katanya.
Direktur Utama RSUD Mayjen H.A. Thalib, dr. Rofi Irwan, mengatakan pihak rumah sakit terus membenahi alur pelayanan IGD untuk mempercepat tindakan medis.
“Kami merombak total alur triage atau pemilahan pasien. Begitu pasien datang menggunakan ambulans maupun kendaraan pribadi, tim medis langsung melakukan penilaian kondisi pasien di zona merah atau kuning tanpa harus mengantre di bagian administrasi,” ujar dr. Rofi saat ditemui di ruang IGD, Senin pagi.
Menurutnya, kecepatan menjadi faktor penting dalam penanganan pasien gawat darurat. Rumah sakit menargetkan pasien kritis mendapatkan tindakan medis paling lambat lima menit setelah tiba di IGD.
Selain membenahi alur pelayanan, RSUD Mayjen H.A. Thalib juga memperkuat sistem digitalisasi pra-hospital. Ambulans rumah sakit kini terhubung dengan monitor pusat di IGD sehingga kondisi pasien dapat dipantau sebelum tiba di rumah sakit.
Dengan sistem tersebut, tim medis dapat mempersiapkan peralatan dan obat yang dibutuhkan berdasarkan kondisi pasien sebelum ambulans tiba.
Pengalaman pelayanan cepat itu dirasakan langsung Amirsyam, Pimpinan Redaksi Jentik.id, saat mendapatkan perawatan di IGD RSUD Mayjen H.A. Thalib.
Amirsyam mendapat penanganan langsung setelah tiba di rumah sakit. Petugas segera membawa pasien ke ruang pelayanan, memberikan oksigen dan melakukan pemeriksaan jantung. Keluarga pasien tidak langsung dibebani proses administrasi ketika kondisi pasien membutuhkan pertolongan.
Keluarga Amirsyam mengaku senang dengan pelayanan yang mereka terima. Selain mendapatkan tindakan dengan cepat, keluarga juga merasa nyaman karena petugas melayani dengan ramah dan memberikan perhatian selama proses penanganan.
“Begitu sampai, petugas langsung membawa pasien ke dalam. Oksigen diberikan dan pemeriksaan jantung langsung dilakukan. Administrasi baru ditanyakan setelah kondisi paman saya mendapat penanganan,” ujar salah seorang keluarga Amirsyam.
Menurut keluarga, pola pelayanan tersebut sangat membantu. Dalam kondisi panik karena anggota keluarga sakit, mereka dapat fokus mendampingi pasien tanpa harus memikirkan urusan administrasi terlebih dahulu.
Perubahan pelayanan di RSUD Mayjen H.A. Thalib menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih cepat, tepat dan responsif bagi masyarakat Kota Sungai Penuh.
Bagi keluarga pasien, kecepatan pelayanan dan keramahan petugas menjadi pengalaman penting yang langsung mereka rasakan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembenahan pelayanan publik yang didorong Pemerintah Kota Sungai Penuh di bawah kepemimpinan Wali Kota Alfin.









