Iran, jentik.id-Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran berlaku selama dua pekan. Kesepakatan ini menghentikan konflik 40 hari yang melibatkan AS dan Israel serta meredakan ketegangan kawasan.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengumumkan kesepakatan tersebut dan menyebut kedua pihak menunjukkan sikap bijaksana.
Iran membuka kembali pelayaran di Selat Hormuz selama masa gencatan. Jalur ini sebelumnya ditutup sebagai respons atas serangan militer.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memastikan pembukaan selat berjalan di bawah koordinasi militer Iran.
Sejumlah poin kesepakatan mulai beredar. Kedua pihak menyepakati prinsip non-agresi dan membuka ruang pembahasan program nuklir Iran.
Iran juga mendorong pencabutan sanksi, penyelesaian isu di IAEA dan Dewan Keamanan PBB, serta penarikan pasukan AS dari kawasan.
Iran menuntut kompensasi atas kerugian konflik dan berencana menarik pungutan dari kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Presiden AS, Donald Trump, menegaskan akan memastikan program nuklir Iran terkendali dalam kesepakatan.
Namun, ia menilai poin yang beredar belum sepenuhnya mencerminkan hasil negosiasi dan memperingatkan potensi konflik kembali jika pembicaraan gagal.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mendukung gencatan senjata dengan Iran, namun tetap melanjutkan operasi militer terhadap Hizbullah di Lebanon.
AS dan Iran akan melanjutkan pembicaraan di Islamabad pada 10 April 2026 dengan mediasi Pakistan.
Pengamat, Trita Parsi, menilai kesepakatan hanya bisa tercapai melalui kompromi.
Gencatan senjata ini menjadi langkah awal meredakan konflik dan membuka peluang penyelesaian jangka panjang. (nr*)





![Mobil bekas dijual. [sumber : cintamobil.com]](https://jentik.id/wp-content/uploads/2026/04/Harga-Mobil-bekas-225x129.gif)



