Hujan Deras Picu Banjir, Sungai Batang Merao Meluap Rendam Rumah Warga

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 30 Maret 2026 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Siulak, Kerinci memindahkan padi dari banjir.

Warga Siulak, Kerinci memindahkan padi dari banjir.

Kerinci, jentik.id – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh pada Minggu (29/3/2026) sore membuat Sungai Batang Merao meluap dan merendam permukiman warga.

Air sungai dengan cepat masuk ke sejumlah rumah di beberapa wilayah. Warga langsung menyelamatkan barang-barang berharga, sementara genangan terus meningkat karena hujan belum reda.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kerinci, Awang, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut Desa Siulak Gedang, Kecamatan Siulak, menjadi salah satu wilayah terdampak cukup parah.

Baca Juga :  Kemensos dan Dinsos Bebaskan ODGJ dari Pasung, Langsung Dirujuk ke RSJ Jambi

Petugas BPBD bersama warga langsung melakukan penanganan darurat di lokasi. Tim fokus mengevakuasi warga serta mengurangi genangan air, sehingga belum dapat mendata jumlah korban dan kerugian secara maksimal.

Awang menjelaskan tim terus menyedot air yang masuk ke rumah warga dan memastikan kondisi masyarakat tetap aman.

Selain Siulak Gedang, banjir juga merendam Desa Koto Duo Lamo di Kecamatan Air Hangat serta Lubuk Suli di Kecamatan Depati Tujuh. Hingga malam hari, petugas masih mengumpulkan data terkait jumlah rumah dan warga terdampak.

Baca Juga :  Persoalan Sampah Kian Mendesak, Warga Kerinci Minta Solusi Nyata

Peristiwa ini kembali menunjukkan tingginya risiko banjir di wilayah Kerinci saat curah hujan meningkat. Sungai Batang Merao kerap meluap ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama jika hujan kembali turun deras. BPBD terus memantau kondisi cuaca dan aliran sungai untuk mencegah dampak yang lebih luas. (nr*)

Berita Terkait

Bocah 9 Tahun di Kerinci Berjuang Melawan Cerebral Palsy
Bidik Prestasi Menuju PON, Kerinci Jadi Arena Kejuaraan Menembak Perbakin Jambi
KUA-PPAS Perubahan 2026 Disepakati, Pemkab Kerinci Prioritaskan Petani, Sekolah hingga Infrastruktur
Kerinci Raih Apresiasi Program 3 Juta Rumah, 250 Unit untuk Masyarakat
Kerinci Dapat Tambahan Dana Transfer Pusat, Monadi Siapkan untuk Percepatan Pembangunan
Bawa Nama Kerinci ke Kancah Nasional! Wabup Murison Lepas 32 Pramuka ke Jamnas 2026
360 Warga Kerinci Terima Zakat ASN Rp180 Juta, Program Kerinci Cerdas dan Peduli Kembali Bergulir
Bupati Monadi Tinjau RSUD Bukit Kerman, Pastikan Layanan BPJS Semakin Optimal
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:21 WIB

Bocah 9 Tahun di Kerinci Berjuang Melawan Cerebral Palsy

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:55 WIB

Bidik Prestasi Menuju PON, Kerinci Jadi Arena Kejuaraan Menembak Perbakin Jambi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:08 WIB

KUA-PPAS Perubahan 2026 Disepakati, Pemkab Kerinci Prioritaskan Petani, Sekolah hingga Infrastruktur

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:25 WIB

Kerinci Raih Apresiasi Program 3 Juta Rumah, 250 Unit untuk Masyarakat

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:51 WIB

Kerinci Dapat Tambahan Dana Transfer Pusat, Monadi Siapkan untuk Percepatan Pembangunan

Berita Terbaru

Kondisi Muhammad Gibran, bocah 9 tahun asal Kerinci yang menjalani perawatan di Bukittinggi, Sumatera Barat.

Kerinci

Bocah 9 Tahun di Kerinci Berjuang Melawan Cerebral Palsy

Sabtu, 5 Sep 2026 - 21:21 WIB