Laka Lantas Truk Molen Diduga Rem Blong  Di Bekasi 6 Orang Tewas, 6 Luka-luka

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 November 2026 - 09:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laka Truk Molen bernomor polisi B 9548 MV yang menewaskan enam korban jiwa dan enam luka-luka

Laka Truk Molen bernomor polisi B 9548 MV yang menewaskan enam korban jiwa dan enam luka-luka

Bekasi, jentik.id– Kecelakaan maut yang melibatkan sebuah truk molen bernomor polisi B 9548 MV merenggut enam korban jiwa dan menyebabkan enam orangu lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa tragis tersebut terjadi di Jalan Cut Mutia, Kota Bekasi, Minggu (1/11/2026).

Truk molen yang dikemudikan Tumija itu diduga mengalami rem blong atau kerusakan sistem pengereman hingga kehilangan kendali dan menabrak sejumlah warga yang sedang berkumpul di pinggir jalan.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Satuan Lalu Lintas Polres Metro Bekasi, kecelakaan bermula ketika truk melaju dari arah UNISMA (timur) menuju Rawapanjang (barat).

Kasat Lantas Polres Metro Bekasi, Kompol Joko Sembido, menjelaskan bahwa kendaraan tersebut mengalami gangguan pada sistem pengereman saat melintas di lokasi kejadian.

“Awalnya, truk yang dikemudikan Tumija melaju dari arah UNISMA menuju Rawapanjang. Namun, kendaraan mengalami rem blong atau rem pecah,” jelas Joko dalam keterangannya.

Akibat gangguan tersebut, pengemudi tidak mampu mengendalikan laju kendaraan. Truk kemudian oleng ke kiri dan menghantam kerumunan warga yang berada di depan tembok bangunan di sisi kiri jalan.

“Truk kemudian oleng ke kiri dan menabrak kerumunan warga yang sedang berada di depan tembok bangunan di sisi kiri jalan,” sambungnya.

Baca Juga :  58 Kg Sabu Jadi Barang Bukti, Terdakwa Alung Divonis Penjara Seumur Hidup

Enam Orang Meninggal Dunia
Akibat kecelakaan tersebut, total 12 orang menjadi korban. Enam orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan enam lainnya mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan medis di sejumlah rumah sakit.

Berikut data korban berdasarkan informasi yang dihimpun:
Korban di RS Siloam Sepanjang Jaya:
1.Adisa (anak-anak), meninggal dunia.
2.Sodik (anak-anak), mengalami luka-luka.
3.Dian, mengalami luka-luka.
Korban di RS Juwita:
4. Muhammad Maulana, mengalami luka-luka.
5. Nur Jamilah, mengalami luka-luka.
6. Raihan (anak-anak), mengalami luka-luka.
7. Fatuh (anak-anak), mengalami luka-luka.
Korban di RSUD Kota Bekasi:
8. Siti Habiah, meninggal dunia.
9. Adiaha Raiqa Syafia (anak-anak), meninggal dunia.
10. Siti Nur Latifah, meninggal dunia.
11. Muhamad Ferdiansa, meninggal dunia.
12. Soemiyati, meninggal dunia.

Jenazah para korban meninggal dunia selanjutnya ditangani pihak rumah sakit, sementara korban luka-luka mendapatkan perawatan medis di RS Juwita dan RS Siloam Rawa Panjang.

Sopir Diamankan, Polisi Lakukan Penyelidikan
Pasca-kejadian, polisi telah mengamankan pengemudi truk molen untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Kendaraan yang terlibat kecelakaan juga telah diamankan sebagai barang bukti.

Baca Juga :  Kecelakaan Beruntun Di Kembangan Jakbar, Tiga Orang Tewas Satu Keluarga.

Petugas kepolisian telah melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan sejumlah saksi, serta menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) guna mengungkap secara menyeluruh penyebab kecelakaan tersebut.

Selain itu, tim Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas Polda Metro Jaya dijadwalkan turun ke lokasi pada Senin (2/11/2026) untuk melakukan analisis dan rekonstruksi kecelakaan secara ilmiah.

Dalam keterangannya, pihak kepolisian menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia serta mendoakan kesembuhan bagi para korban luka-luka.

“Kami berduka sedalam-dalamnya atas berpulangnya enam warga dalam kecelakaan truk molen di Jalan Cut Mutia. Begitu laporan kami terima, seluruh anggota langsung dikerahkan agar pertolongan dapat diberikan secepat mungkin,” demikian pernyataan kepolisian.

Polisi menegaskan bahwa penanganan kasus tersebut akan dilakukan secara menyeluruh dan transparan melalui pendekatan scientific crime investigation.

“Musibah ini akan kami usut tuntas dan transparan. Setiap keputusan berpijak pada fakta yang terungkap sebagai wujud tanggung jawab kami kepada keluarga korban dan masyarakat.

Hingga kini, penyidik masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk kondisi teknis kendaraan dan sistem pengereman truk molen tersebut.(asy*).

Berita Terkait

Cegah Penyalahgunaan Narkoba Kapolri Larangan Polisi Gunakan Rokok Elektrik
KPK Cegah Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke Luar Negeri dalam Kasus Bea Cukai
Kapolda Jambi Instruksikan Seluruh Kapolres Petakan Wilayah Rawan PETI
Ibu Kandung Ditemukan Meninggal, Anak yang Berstatus Polisi Kini Ditahan
Ladang Ganja Seluas 18 Hektare Terungkap di Aceh Utara, BNN Amankan Empat Orang
TNI AL Bongkar Aksi Penyelundupan Emas Rp2,9 Miliar, Petugas Temukan 3 Benda Mencurigakan
Polisi Bongkar 3 Kasus Solar Subsidi di Padang, Puluhan Jeriken Jadi Barang Bukti!
Polda Jambi Ungkap 32 Kasus PETI, 71 Tersangka Diamankan dan 3,5 Kilogram Emas Disita
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 09:56 WIB

Laka Lantas Truk Molen Diduga Rem Blong  Di Bekasi 6 Orang Tewas, 6 Luka-luka

Senin, 2 November 2026 - 05:45 WIB

Cegah Penyalahgunaan Narkoba Kapolri Larangan Polisi Gunakan Rokok Elektrik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:39 WIB

KPK Cegah Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke Luar Negeri dalam Kasus Bea Cukai

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Kapolda Jambi Instruksikan Seluruh Kapolres Petakan Wilayah Rawan PETI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Ibu Kandung Ditemukan Meninggal, Anak yang Berstatus Polisi Kini Ditahan

Berita Terbaru

Peserta Talkshow Lingkungan diselenggarakan Bank Sampah Sahabat Alam (BSSA) Ft: Dok: BSSA

Sungai Penuh

Saatnya Pemuda Bergerak Selamatkan Bumi

Senin, 2 Nov 2026 - 09:27 WIB

Wawako Azahar Hamzah, Ceo Toko Ensd Garuda, serangkaian kegiatan Funrun meraton 5 K dan 10 K serangkaian peringatan HUT  Ke-18 Kota Sungai Penuh yang digelar dilapangan Merdeka Sungai Penuh  Minggu 1 Noprmber 2026 diikuti 500 peserta dari masyarakat dan berbagai komonitas.

Sport

Berita poto kegiatan Funrun

Minggu, 1 Nov 2026 - 13:26 WIB