Kerinci, jentik.id – Kesal dengan kondisi jalan yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki, sejumlah pemuda Desa Lubuk Suli, Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci, Jambi, melakukan aksi protes dengan menanam batang pohon pisang di ruas jalan kabupaten.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap kondisi infrastruktur jalan yang dinilai sudah mengganggu aktivitas masyarakat, terutama mobilitas sehari-hari dan kegiatan perekonomian.
Penanaman pohon pisang di tengah badan jalan menjadi simbol keresahan sekaligus sindiran kepada Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Anggita DPRD Kerinci dari pemilihan Davil 3 Kerinci serta pihak terkait yang dinilai belum memberikan penanganan terhadap kerusakan jalan tersebut.
Dalam sebuah video yang beredar, salah seorang pemuda Desa Lubuk Suli menyampaikan keresahannya terkait kondisi jalan yang mengalami kerusakan cukup parah.
Menurut warga, badan jalan saat ini dipenuhi lubang dengan kedalaman yang cukup membahayakan. Saat hujan turun, sejumlah lubang juga tergenang air sehingga menyulitkan pengendara dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengguna sepeda motor.
“Harapan kami dari pemuda Lubuk Suli agar jalan ini secepatnya diperbaiki, karena sudah banyak memakan korban,” ujar salah seorang perwakilan pemuda Desa Lubuk Suli.
Warga berharap aksi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kerinci agar segera mengambil langkah konkret memperbaiki ruas jalan Lubuk Suli–Kubang.
Selain persoalan kerusakan jalan, warga juga mengeluhkan persoalan banjir yang kerap terjadi setiap musim hujan di Desa Lubuk Suli dan sejumlah desa di wilayah Kecamatan Depati Tujuh.
Kondisi tersebut dinilai semakin menyulitkan masyarakat, terutama ketika intensitas hujan meningkat dan badan jalan tergenang air.
Warga mengingatkan, apabila kondisi jalan kabupaten tersebut tidak segera ditangani, kerusakan dikhawatirkan semakin parah dan mengganggu keselamatan serta aktivitas masyarakat.
“Ia kita juga kecewa dengan sejumlah Anggota DPRD Kerinci dari pemilih Davil 3 Kerinci, pembiaran kondisi ini terjadi.
“Kalau tidak segera diperbaiki, jalan ini bisa jadi kubang kerbau dan kolam ikan,” sindir warga.(asy*)









