Bulog Siapkan Wacana Bantuan Beras 10 Kilogram per Bulan untuk ASN dan TNI-Polri

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa program Bulog tengah merancang konsep program bantuan beras natura bagi aparatur sipil negara (ASN) serta personel TNI dan Polri  saat ini masih berada pada tahap komunikasi dan pembahasan bersama pemerintah pusat.

Direktur Utama Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa program Bulog tengah merancang konsep program bantuan beras natura bagi aparatur sipil negara (ASN) serta personel TNI dan Polri saat ini masih berada pada tahap komunikasi dan pembahasan bersama pemerintah pusat.

Jakarta, jentik.id — Perum Bulog tengah merancang konsep program bantuan beras natura bagi aparatur sipil negara (ASN) serta personel TNI dan Polri. Rancangan program tersebut telah dipaparkan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR RI pada Kamis (19/5).

Direktur Utama Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa program tersebut saat ini masih berada pada tahap komunikasi dan pembahasan bersama pemerintah pusat.

Meski demikian, Bulog mengaku telah menyiapkan berbagai aspek pelaksanaan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menurut Rizal, Bulog telah menyusun mekanisme distribusi, sasaran penerima, hingga skema penyaluran bantuan agar program dapat segera dijalankan apabila memperoleh persetujuan pemerintah.

“Konsepnya sudah kami siapkan. Saat ini masih dalam tahap komunikasi dengan pemerintah,” ujarnya dalam RDP bersama Komisi IV DPR RI.

Dalam rancangan tersebut, Bulog mengusulkan bantuan diberikan dalam bentuk beras tanpa disertai minyak goreng sebagaimana skema bantuan sebelumnya. Setiap ASN maupun anggota TNI-Polri yang menjadi penerima diusulkan memperoleh 10 kilogram beras setiap bulan.

Baca Juga :  Cabai dan Daging Naik di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh

Namun demikian, cakupan penerima program masih terus dibahas sehingga belum diputuskan apakah pelaksanaannya akan dilakukan secara nasional atau bertahap.

Rizal mengatakan Bulog juga telah menyiapkan sejumlah skenario pelaksanaan dengan mempertimbangkan kondisi cadangan beras pemerintah yang saat ini dinilai berada pada level aman dan mencukupi untuk mendukung kebijakan baru.

Ia menilai penyaluran bantuan beras kepada ASN, prajurit TNI, dan anggota Polri tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada penerima, tetapi juga dapat memperkuat pemanfaatan stok beras nasional yang tersedia dalam jumlah besar.

Rizal bahkan mengenang pengalaman masa kecilnya ketika sistem bantuan natura masih diterapkan pemerintah. Menurutnya, program tersebut pernah membantu keluarganya saat orang tua membawa pulang beras bantuan untuk kebutuhan rumah tangga.

Baca Juga :  Layanan Bank Jambi Cabang Sungai Penuh Kembali Normal, ATM Diperluas dan Mesin CRM Kembali Diaktifkan

Menanggapi kekhawatiran terkait potensi berkurangnya stok beras untuk stabilisasi pasar, Rizal memastikan cadangan beras pemerintah tetap aman. Hal itu didukung peningkatan produksi pertanian nasional yang dinilai cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

“Ketersediaan beras yang melimpah saat ini memberi ruang bagi pemerintah untuk menjalankan berbagai program intervensi tanpa mengganggu pasokan maupun stabilitas harga di pasar,” katanya.
Ia menambahkan, program natura justru berpotensi mempermudah pengendalian pasar karena kebutuhan beras bagi ASN, TNI, dan Polri dapat dipenuhi langsung melalui distribusi pemerintah.

Dengan demikian, upaya stabilisasi harga dan penyaluran beras di pasar umum dapat lebih difokuskan kepada masyarakat non-ASN serta kelompok lain yang membutuhkan dukungan pangan dari pemerintah.(asy*)

Berita Terkait

Bank Sentral Belanda Pindahkan Cadangan Emas 86 Ton Dari Amerika Serikat
Pendapatan Negara RAPBN 2027 Naik Rp9,1 Triliun, Penerimaan Pajak Bertambah Rp2 Triliun
Penerbangan Di Bandara Soetta Ditutup Sementara Imbas Abu Erupsi Anak Krakatau
Auto Care Kenalkan Teknologi Touchless Shampoo, Kinclong Tanpa Risiko Baret
Wakapolres Kerinci Pantau SPBU, Pastikan Penyaluran BBM Bersubsidi Tepat Sasaran
DPRD Sungai Penuh Sidak SPBU Playang Raya, Soroti Dugaan Pungutan Liar Nomor Antrian Isi BBM
Wali Kota Alfin Resmikan Gen Auto Care Anak Perusahaann, PT Tren Gen Hurizon
Inflasi AS Belum Jinak, Pejabat The Fed Dorong Kenaikan Suku Bunga
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 19:01 WIB

Bank Sentral Belanda Pindahkan Cadangan Emas 86 Ton Dari Amerika Serikat

Senin, 7 September 2026 - 20:30 WIB

Pendapatan Negara RAPBN 2027 Naik Rp9,1 Triliun, Penerimaan Pajak Bertambah Rp2 Triliun

Minggu, 6 September 2026 - 10:14 WIB

Penerbangan Di Bandara Soetta Ditutup Sementara Imbas Abu Erupsi Anak Krakatau

Rabu, 2 September 2026 - 15:38 WIB

Auto Care Kenalkan Teknologi Touchless Shampoo, Kinclong Tanpa Risiko Baret

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:22 WIB

Wakapolres Kerinci Pantau SPBU, Pastikan Penyaluran BBM Bersubsidi Tepat Sasaran

Berita Terbaru

Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi. Lahirlah atlet tembak nasional

Sport

TNI AU Gelar Kompotisi Tembak Di Ikuti 800 Peserta 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:36 WIB