Festival Kopi Kerinci 2026 Berakhir, Monadi Tekankan Masa Depan Kopi Lokal

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 21 September 2026 - 16:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penutupan Festival Kopi Kerinci 2026.

Penutupan Festival Kopi Kerinci 2026.

KERINCI, jentik.id – Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., resmi menutup Festival Kopi Kerinci Tanah Surga 2026 pada Minggu, 20 September 2026. Acara penutupan berlangsung di M10, Lindung Jaya, Kecamatan Kayu Aro.

Kegiatan tersebut mempertemukan petani, pelaku usaha, penggiat kopi, dan pencinta kopi dari berbagai daerah. Sejumlah pejabat juga hadir dalam acara itu, seperti Deputi BI Provinsi Jambi Yudo Wijoseno, Wakil Bupati Kerinci Murison, Dandim 0417/Kerinci Letkol Inf Eko Siswanto, serta unsur Forkopimda dan kepala OPD.

Tidak hanya menghadirkan pelaku industri kopi, acara puncak juga menyuguhkan pertunjukan seni daerah. Tim kesenian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci membawakan Tarian Cerita Kopi.

Pertunjukan tersebut menggambarkan perjalanan kopi sebagai salah satu komoditas unggulan Kerinci. Selain menghibur tamu, penampilan itu memperkenalkan perpaduan antara potensi pertanian dan budaya daerah.

Monadi Apresiasi Antusiasme Warga

Melihat antusiasme masyarakat yang hadir, Monadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan warga. Ia menilai dukungan tersebut menunjukkan perhatian masyarakat terhadap perkembangan kopi Kerinci.

“Kopi Kerinci memiliki potensi yang luar biasa dan mendapat dukungan penuh dari warga kita,” ujar Monadi.

Pada kesempatan yang sama, ia mengucapkan terima kasih kepada petani, pelaku UMKM, sponsor, panitia, serta pihak lain yang ikut menyukseskan kegiatan. Menurutnya, kerja sama berbagai pihak dapat membantu memperkuat posisi kopi sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.

Baca Juga :  Polisi Usut Dugaan Asusila di Ponpes Tebo, Tujuh Santriwati Jadi Korban

Untuk keberlanjutan program, Pemkab Kerinci berencana mempertahankan festival tersebut sebagai agenda tahunan. Dengan demikian, petani dan pelaku usaha memiliki ruang untuk memperkenalkan produk mereka kepada konsumen yang lebih luas.

Di samping menjadi ajang promosi, festival juga dapat mempertemukan pelaku kopi dengan calon mitra usaha. Pertemuan seperti ini membuka peluang untuk memperluas jaringan pemasaran dan pengembangan produk lokal.

Enam Kategori Kompetisi Kopi

Selain rangkaian acara utama, panitia menghadirkan berbagai kompetisi. Perlombaan itu menguji kualitas green bean, keterampilan menyeduh kopi, kemampuan mencicipi kopi, hingga kreativitas dalam hilirisasi.

Adapun daftar pemenang Festival Kopi Kerinci 2026 sebagai berikut.

Green Bean Arabica

  1. Deka Mulia – Desa Pauh Tinggi
  2. Rio Apriadi – Desa Kersik Tuo
  3. Busri – Desa Pauh Tinggi

Green Bean Robusta

  1. Deka Mulia – Desa Pauh Tinggi
  2. Idris Hermawan – Desa Jernih Jaya
  3. Santi Ali – Sungai Penuh

Green Bean Liberika

  1. Adelia – Jambi
  2. Yani Nurmayani – Sungai Terap, Tanjung Jabung Barat
  3. Martono – Sarolangun
Baca Juga :  Katulampa Capai 0 Cm, Warga Ungkap Kondisi Paling Parah dalam Beberapa Tahun

Manual Brewing

  1. Frenki
  2. Irvan
  3. Galan Dwi Andika

Cup Taster

  1. Rahma
  2. Frasetiawan
  3. Zanka Sari

Hilirisasi Kopi

  1. G Royal Coffee
  2. Kopi Datok/Cascara Kerinci
  3. Rahma Putri

Dorong Kopi dari Hulu hingga Hilir

Usai festival, Pemkab Kerinci ingin pengembangan kopi terus berlanjut. Pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada promosi, tetapi juga mendorong penguatan ekosistem kopi dari tingkat petani sampai produk siap jual.

Upaya tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas hasil panen, pengolahan biji kopi, pemasaran, serta pengembangan berbagai produk turunan. Langkah ini sekaligus memberi kesempatan kepada UMKM untuk menciptakan produk dengan nilai tambah.

Lebih lanjut, festival memperkenalkan potensi Kerinci melalui perpaduan kopi, budaya, dan pariwisata. Kehadiran peserta dari berbagai daerah juga membuka kesempatan untuk bertukar pengalaman dan membangun jaringan usaha.

Pada akhirnya, pengembangan kopi diharapkan mampu memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Peningkatan nilai produk pertanian dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan UMKM dan aktivitas pariwisata.

Dengan potensi perkebunan yang dimiliki Kerinci, pemerintah daerah terus mendorong produk kopi lokal agar menjangkau pasar yang lebih luas. Selain pasar nasional, pengembangan kualitas dan pemasaran juga membuka peluang bagi kopi Kerinci untuk memasuki pasar internasional. (nr*)

Berita Terkait

Retribusi Parkir Sungai Penuh Ditargetkan Rp500 Juta, Turun Dari Target Rp1,2 Miliar
35 Tahun Beroperasi, Tiga Traffic Light di Sungai Penuh Segera Diganti
Tim SAR Gabungan Kerahkan Lima Kapal Cari Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau
Bukan Sekadar Usia, Ini Alasan SIM B Punya Batas Lebih Tinggi dari SIM A
Abu Gunung Anak Krakatau Menyebar, Sejumlah Daerah Alihkan Sekolah ke PJJ
Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Ini Alasannya
Kebakaran TPA Putri Cempo Belum Padam, Warga Keluhkan Gejala ISPA
Semeru Erupsi dan Luncurkan Lava Pijar Saat Kawasan TNBTS Masih Terbakar
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 16:51 WIB

Festival Kopi Kerinci 2026 Berakhir, Monadi Tekankan Masa Depan Kopi Lokal

Jumat, 18 September 2026 - 11:14 WIB

Retribusi Parkir Sungai Penuh Ditargetkan Rp500 Juta, Turun Dari Target Rp1,2 Miliar

Rabu, 9 September 2026 - 14:45 WIB

35 Tahun Beroperasi, Tiga Traffic Light di Sungai Penuh Segera Diganti

Rabu, 9 September 2026 - 11:26 WIB

Tim SAR Gabungan Kerahkan Lima Kapal Cari Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026 - 12:28 WIB

Bukan Sekadar Usia, Ini Alasan SIM B Punya Batas Lebih Tinggi dari SIM A

Berita Terbaru

Ilustrasi kapal China. Foto:  HO / HANDOUT / AFP

Internasional

AI Keliru Beri Intelijen, AS Nyaris Intersepsi Kapal China

Senin, 21 Sep 2026 - 15:21 WIB