Kegagalan Tim Piala Thomas Putra Di Denmark PP PBSI Harus Dievaluasi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 21:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta.jentik.id – Kegagalan tim bulu tangkis putra Indonesia di ajang Piala Thomas 2026 di Denmark menjadi sorotan serius dan harus segera dievaluasi oleh PP PBSI.

Tim Merah Putih harus menerima kenyataan pahit tersingkir di fase grup setelah kalah 1-4 dari Prancis pada laga penentuan Grup D yang berlangsung di Forum Horsens.

Pengamat olahraga Mohamad Kusnaeni menilai kegagalan ini bukan sekadar hasil buruk biasa, melainkan sinyal kuat adanya pergeseran peta kekuatan bulu tangkis dunia.

“Ini harus dimaknai serius karena menjadi pertanda bahwa dominasi Indonesia di bulu tangkis mulai tergerus,” ujarnya di Jakarta, Rabu (29/4)

Menurutnya, tersingkirnya Indonesia di fase grup merupakan tragedi tersendiri. Sepanjang sejarah Piala Thomas, Indonesia dikenal sebagai raksasa dengan koleksi 14 gelar juara dan dalam tiga edisi terakhir selalu mencapai final.

Baca Juga :  Langkah Indonesia Dimulai! Ini Jadwal Thomas-Uber Cup 2026

“Padahal, Indonesia datang ke Denmark dengan skuad terbaik yang dimiliki, baik di sektor tunggal maupun ganda. Dari sisi strategi dan komposisi pemain, Kusnaeni menilai tidak ada kesalahan berarti.

Namun, ia menyoroti performa individu para pemain yang tidak mampu tampil maksimal. Hal ini sudah terlihat sejak kemenangan tipis 3-2 atas Thailand.

Kekalahan di luar dugaan dialami Alwi Farhan dari Panitchaphon Teeraratsakul, serta performa kurang meyakinkan dari Jonatan Christie yang kalah dari Kunlavut Vitidsarn dan Christo Popov.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa masalah utama ada pada performa pemain di lapangan, bukan strategi,” katanya.

Lebih lanjut, Kusnaeni menilai Indonesia kini bukan lagi negara yang superior di cabang olahraga bulu tangkis. Hal itu tercermin dari kekalahan telak dari Prancis serta kemenangan tipis atas Thailand, bahkan sebelum menghadapi negara kuat seperti China, Korea Selatan, atau Denmark.

Baca Juga :  Start dari Posisi 20, Veda Ega Pratama Tembus 8 Besar di Moto3 Catalunya 2026

Ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh oleh PBSI, termasuk keberanian melakukan regenerasi pemain. Nama-nama muda seperti Ubaidillah dan pasangan Indra/Joaquin dinilai layak mendapat kesempatan.

Menurutnya, bulu tangkis Indonesia berpotensi memasuki fase transisi dalam satu hingga dua tahun ke depan, seiring mulai menurunnya performa generasi senior seperti Anthony Sinisuka Ginting serta pasangan Sabar Karyaman Gutama / Moh Reza Pahlevi Isfahani.

“Regenerasi memang tidak selalu langsung menghasilkan prestasi, tetapi ini langkah penting untuk masa depan. Negara lain seperti Korea Selatan, Malaysia, dan China sudah lebih dulu melakukannya dan mulai menuai hasil,” tegasnya.(asy*)

Berita Terkait

Pemesanan Hotel Dan Penerbangan ke AS Menurun Jelang Piala Dunia 2026
Timnas U-19 Bantai Myanmar 3-0, Nova Arianto Justru Ungkap Kekurangan Tim
Start dari Posisi 20, Veda Ega Pratama Tembus 8 Besar di Moto3 Catalunya 2026
Ricuh Usai Kalah, Persipura Dihukum Semusim Tanpa Penonton dan Denda Rp240 Juta
Dua Pendaki Asal Singapura Tewas Akibat Erupsi Gunung Dukono, Tim SAR Evakuasi 20 Pendaki
Latihan Membangun Otot dengan Sederhana di Rumah bagi Lansia
Tantangan Ekstrem yang Menuntut Kekuatan Fisik Atlet Panjat Tebing.
Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup Kerinci 2026 Digelar Juni  Matangkan Persiapan.
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:38 WIB

Pemesanan Hotel Dan Penerbangan ke AS Menurun Jelang Piala Dunia 2026

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:07 WIB

Timnas U-19 Bantai Myanmar 3-0, Nova Arianto Justru Ungkap Kekurangan Tim

Senin, 18 Mei 2026 - 07:28 WIB

Start dari Posisi 20, Veda Ega Pratama Tembus 8 Besar di Moto3 Catalunya 2026

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:08 WIB

Ricuh Usai Kalah, Persipura Dihukum Semusim Tanpa Penonton dan Denda Rp240 Juta

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:55 WIB

Dua Pendaki Asal Singapura Tewas Akibat Erupsi Gunung Dukono, Tim SAR Evakuasi 20 Pendaki

Berita Terbaru