Prajurit TNI Praka Rico Pramudia Gugur Di Medan Tugas

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 20:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta.jentik.id- Indonesia kembali berduka. Prajurit TNI, Praka Rico Pramudia, meninggal dunia setelah hampir satu bulan menjalani perawatan

akibat luka serius yang dideritanya dalam serangan di Lebanon selatan.

Sekretaris Jenderal António Guterres menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban, serta kepada pemerintah dan rakyat Indonesia atas gugurnya prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon.(UNIFIL)

Dengan wafatnya Praka Rico, Indonesia telah kehilangan empat prajurit dalam sebulan terakhir saat menjalankan tugas sebagai penjaga perdamaian di wilayah tersebut.

Sebelumnya, Praka Farizal Rhomadhon gugur akibat serangan artileri pada 29 Maret dalam insiden yang sama yang menyebabkan Praka Rico terluka. Sehari kemudian, 30 Maret, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan juga gugur ketika konvoi yang mereka kawal diserang.

Baca Juga :  Profil Tiyo Ardianto, Aktivis Mahasiswa Kritis

Praka Rico menjadi prajurit kedua yang meninggal akibat luka dari serangan artileri tersebut. Berdasarkan temuan awal UNIFIL, serangan diduga berasal dari tank Merkava milik Israel yang mengenai posisi pasukan PBB di wilayah Adchit Al-Qusayr.

Juru bicara Sekjen PBB, Stéphane Dujarric, menyatakan bahwa insiden tersebut mengakibatkan gugurnya dua prajurit Indonesia, yakni Praka Farizal dan Praka Rico.
Secara keseluruhan, sedikitnya enam personel UNIFIL dari berbagai negara dilaporkan tewas sejak meningkatnya eskalasi konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon selatan sejak awal Maret.

Baca Juga :  Reshuffle di Kementerian PU! 7 Pejabat Eselon I Resmi Dilantik

PBB menegaskan bahwa serangan terhadap personel penjaga perdamaian merupakan pelanggaran hukum humaniter internasional serta bertentangan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 Tahun 2006. Tindakan tersebut bahkan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Sekjen PBB juga mendesak agar seluruh pihak yang terlibat konflik mematuhi hukum internasional serta menjamin keselamatan pasukan penjaga perdamaian. Selain itu, setiap insiden serangan terhadap personel UNIFIL diminta untuk diselidiki secara menyeluruh dan pelaku harus dimintai pertanggungjawaban hukum.

Di sisi lain, Prancis juga dilaporkan kehilangan dua tentaranya yang bertugas dalam misi UNIFIL setelah patroli mereka diserang pada 18 April di wilayah yang sama.(asy)

Berita Terkait

Polisi Siapkan Pengamanan Tiga Lapis Jelang Jokowi Bersaksi di Sidang Ijazah Roy Suryo
BPJS Kesehatan PBI Desil 6-10 Terancam Nonaktif, Ini Penjelasan dan Cara Mengaktifkannya Kembali
Bahlil Tegaskan Larangan Transit Ekspor Tambang, Minta Pengiriman Langsung ke Negara Tujuan
Putusan MA soal Suket Gibran Picu Respons 7 Partai Politik, Ada yang Dorong Hak Angket
 Harga Cabai Meroket, BPS Catat Inflasi Oktober 2026 Capai 0,22 Persen
Bukan Barang Mewah! MenPPPA Buka Suara soal Pajak Pembalut 11 Persen
Kapolri Larang Seluruh Anggota Polisi Gunakan Vape, Pelanggar Terancam Sanksi
TNI Tangkap Tiga Anggota OPM di Maybrat, Komandan Batalyon Ikut Diamankan
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 07:50 WIB

Polisi Siapkan Pengamanan Tiga Lapis Jelang Jokowi Bersaksi di Sidang Ijazah Roy Suryo

Selasa, 3 November 2026 - 19:39 WIB

BPJS Kesehatan PBI Desil 6-10 Terancam Nonaktif, Ini Penjelasan dan Cara Mengaktifkannya Kembali

Selasa, 3 November 2026 - 10:53 WIB

Bahlil Tegaskan Larangan Transit Ekspor Tambang, Minta Pengiriman Langsung ke Negara Tujuan

Selasa, 3 November 2026 - 07:46 WIB

Putusan MA soal Suket Gibran Picu Respons 7 Partai Politik, Ada yang Dorong Hak Angket

Senin, 2 November 2026 - 21:37 WIB

 Harga Cabai Meroket, BPS Catat Inflasi Oktober 2026 Capai 0,22 Persen

Berita Terbaru